Pages

Showing posts with label MyArtikel. Show all posts
Showing posts with label MyArtikel. Show all posts

Friday, January 21, 2011

Persamaan Syi'ah Dengan Yahudi Dan Nasrani

Dalam shalat, kita senantiasa memohon kepada Allah agar dikaruniakan hidayah atau petunjuk kepada Shirathal Mustaqim (jalan yang lurus). Sebuah permohonan yang paling penting dan sangat dibutuhkan oleh seorang hamba. Karenanya, seorang hamba diwajibkan berdoa kepada Allah memohon hidayah ini pada setiap rakaat dalam shalatnya, karena butuhnya dia kepada hidayah tersebut.

Hidayah yang dimaksud dalam ayat adalah petunjuk taufiq kepada jalan yang bisa menghantarkan kepada Allah dan surga-Nya. Yaitu petunjuk untuk menjalankan ajaran dien ini dengan ilmu dan amal. Bentuknya, mengetahui kebenaran dan mengamalkannya, demikian yang dijelaskan Syaikh Abdul Rahman bin Nashir bin al Sa'di dalam tafsirnya.

Jalan petunjuk ini telah ditempuh oleh para nabi, shiddiiqiin, syuhada', dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Minhaj al Sunnah jilid pertama juga menjelaskan demikian. Bahwa Shirathal Mustaqim dalam QS. Al-Fatihah: 7, mencakup dua perkara: mengetahui kebenaran dan mengamalkannya. Lalu beliau menyimpulkan, bahwa orang yang keluar dari Shirathal Mustaqim hanya mengikuti perasangka dan hawa nafsu. Inilah kondisi ahli bid'ah, di antaranya kaum Syi'ah Rafidlah.

Sesungguhnya kesesatan bersumber dari dua hal, yaitu jahil dan mengikuti hawa nafsu. Jahil adalah perilaku orang Nashrani yang meninggalkan kebenaran karena bodoh dan tersesat. Sedangkan mengikuti hawa nafsu adalah perilaku orang Yahudi yang mengetahui kebenaran lalu meninggalkannya. Karenanya, kita berdoa agar tidak dijadikan seperti mereka, ". . . bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (QS. Al Faatihah: 7)

Mereka yang dimurkai adalah orang Yahudi. Sedangkan mereka yang sesat adalah orang Nashrani. Dan Syi'ah menyerupai Yahudi dalam keburukan dan mengikuti hawa nafsu; dan menyerupai Nasrani dalam masalah ghuluw (melampai batas) dan kebodohan.

Imam Asy-Sya'bi memiliki beberapa perkataan tentang Syi'ah Rafidlah:

§ Kalau seandainya Syi'ah dari jenis binatang, ia sebagai keledainya.

§ Kalau dari jenis burung, ia sebagai burung rukham.

§ Siap membayar berapa saja pada orang yang mau membuat riwayat dusta tentang Ali.

§ Masuk Islam didasari kebencian terhadap pemeluknya.>



Kesamaan Antara Syi'ah Dengan Yahudi :

Ø Orang Yahudi mengatakan yang layak memegang kekuasaan adalah keluarga Dawud. Sedangkan kata Syi'ah; tidak layak menduduki imamah (kekuasaan) kecuali anak turun 'Ali bin Abi Thalib (Ahlul Bait).

Ø Orang Yahudi meyakini tidak ada jihad di jalan Allah sehingga al-Masih Ad-Dajjal keluar dan membawa pedang yang diturunkan di tangan dari langit. Sedangkan orang Syi'ah berkeyakinan tidak ada jihad di jalan Allah sehingga Imam Mahdi (Imam kedua belas mereka) keluar dan ada yang mengomando dari langit.

Ø Orang Yahudi mengakhirkan shalat sampai munculnya bintang-bintang. Sedangkan orang Syi'ah Rafidlah mengakhirkan shalat Maghrib sampai munculnya bintang-bintang.

Ø Mereka menyimpangkan dan merubah kitab Taurat. Sedangkan Rafidlah menyimpangkan dan merubah kitab suci Al-Qur'an.

Ø Dalam Syari'at Yahudi, wanita yang ditalak (cerai) tidak memiliki 'iddah. Begitu juga yang diterapkan orang Syi'ah dalam nikah mut'ah.

Ø Orang Yahudi tidak murni dalam mengucapkan salam kepada kaum mukminin, yaitu dengan as-sam 'alaikum (kematian atas kalian). Begitu juga perilaku Syi'ah Rafidlah terhadap kaum mukminin selain golongan mereka, khususnya Ahlus Sunnah.

Ø Orang Yahudi mengharamkan ikan yang tidak bersisik dan belut. Mereka juga mengharamkan kelinci (mermut), kancil, limpa dan biawak. Begitu juga golongan Syi'ah Rafidlah mengharamkan semua itu.

Ø Orang Yahudi mengingkari bolehnya mengusap khuf (kaos kaki/sepatu slop) dalam bersuci. Begitu juga Rafidlah.

Ø Orang Yahudi menghalalkan harta seluruh manusia selain golongan mereka, boleh menipu mereka dan menghalalkan darah mereka. Begitu juga Syi'ah Rafidlah terhadap golongan selain mereka, khususnya terhadap Ahlu Sunnah.

Ø Orang Yahudi membenci Malaikat Jibril 'alaihis salam. Mereka mengatakan: "ia musuh kami dari golongan Malaikat." Sedangkan golongan Syi'ah Rafidlah mengatakan malaikat Jibril 'alaihis salam telah salah alamat ketika menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, yang seharusnya disampaikan kepada Ali bin Abi Thalib.

Ø Orang Yahudi tidak mengakui thalaq wanita kecuali di kala haid. Begitu juga Rafidlah mengakui thalaq (perceraian) ketika si wanita dalam keadaan haid.

Ø Yahudi tidak memberikan mahar bagi pasangan wanita mereka, mereka hanya memberikan mata' pada mereka. Seperti itulah perilaku Rafidlah dalam nikah mut'ah.

Ø Mereka sedikit menceng dari kiblat dan mengangguk-angguk dalam shalat. Begitu juga Syi'ah Rafidlah.

Ø Orang yahudi dibenarkan menipu orang kafir (selain golongan mereka), kalau perlu bersikap bersikap munafik (dua muka) terhadap mereka. Begitu juga orang Yahudi yang murtad akan diperlakukan seperti orang kafir, kecuali jika dilakukan hanya untuk berpura-pura (taqiyyah) saja untuk mengelabuhi orang lain. Itulah konsep ajaran taqiyyah Syi'ah Rafidlah.


Kesamaan Syi'ah Dengan Nasrani

Nasrani meyakini kaum Hawariyun dan pengikut Nabi Isa lebih mulia dari Nabi Ibrahim dan Musa, bahkan lebih mulia dari seluruh Nabi dan rasul. Mereka juga meyakini kaum Hawariyun adalah rasul yang diajak bicara langsung oleh Allah. Bahkan mereka berkata: "Allah adalah al-Masih dan al-Masih adalah adalah anak Allah." Sedangkan Syi'ah Rafidlah meyakini imam dua belas lebih mulia dan utama daripada sahabat Muhajirin dan Anshar. Bahkan golongamn ekstrim mereka para imam lebih mulia daripada para Nabi, karena mereka memiliki sifat ketuhanan sebagaimana keyakinan kaum Nasrani terhadap al-Masih.

Nasrani meyakini bahwa agama ini diserahkan kepada para pendeta dan rahib. Halal adalah apa yang mereka halalkan, dan haram adalah apa yang meraka haramkan. Dan agama adalah apa yang mereka syari'atkan. Sedangkan kaum Syi'ah Rafidlah meyakini bahwa dien ini diserahkan kepada para imam, halal dan haram sesuai ketentuan mereka dan agama adalah apa yang mereka syariatkan.


Kelebihan Yahudi Dan Nashrani Atas Syi'ah Rafidlah:

·Menurut Yahudi; orang yang paling baik adalah sahabat Nabi Musa 'alaihis salam.

·Menurut Nasrani; orang paling baik adalah sahabat Nabi Isa 'alaihis salam, hawariyyun, penolong nabi Isa 'alaihis salam.

·Sedangkan menurut Syi'ah; orang yang paling buruk adalah sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Mereka diperintahkan untuk beristighfar (memintaka ampun) untuk para sahabat, tapi mereka malah mencela para sahabat dan menghunuskan pedang kepada mereka sampai hari kiamat.


Sumber: http://www.fiqhislam.com/agenda-muslim/artikel-islami/12779-persamaan-syiah-dengan-yahudi-dan-nasrani.html

Read More...

Friday, December 24, 2010

Syiah, Ajaran Sesat Yang Dilindungi?

Syiah atau Shi'a (شيعى) Syiah adalah salah satu aliran dalam Islam yang mengutamakan Ali bin Abi Thalib dan keturunannya dan mendakwa Ahlul Bait yang disebut dalam Surah 33 Ayat 33 al-Quran, merujuk kepada Ali, Fatimah, Hasan dan Hussein. Pendapat golongan ini, Ali sepatutnya menjadi pemimpin pertama umat Islam (Amirul Mo'mineen) selepas Nabi Muhammad s.a.w. wafat kerana Nabi s.a.w. sendiri mewasiatkan Ali sebagai Mawla selepas baginda (Ghadir Khum)). Pebalahan pendapat tentang penganti rasulullah inilah yang memecahkan umat islam kepada dua golongan iaitu golongan terbesar ialah Sunni yang tidak mengutamakan Ali dan golongan yang kedua terbesar dalam Islam, Syiah.

Syiah juga macam sunni, berpecah kepada beberapa golongan dan 3 golongan besar ialah Syiah Imam Duabelas atau Imamiyyah/Ja'fariyyah yang merangkumi 90% penduduk di Iran dan sebahagian besar penduduk Iraq. Golongan Syiah yang lebih kecil termasuklah Ismailiyyah, Zaidiyyah dan Syiah Imam Bertujuh. Alawiyyah dan Druze juga menganggap diri mereka Syiah meskipun mereka tidak sentiasa diiktiraf oleh Syaih lain. Tarikat-tarikat Sufi beraliran Syiah termasuklah Tarikat Alevi, Bektashi Hamadani dan Fatimid. Dua puluh peratus dari penduduk Turki adalah mengikut tarikat Alavi sementara Lubnan dan Siria pula mempunyai bilangan besar golongan Druze dan Alawi.


Pergerakkan Hizbollah di Lubnan juga adalah dari golongan Syiah Imam Duabelas.


Apapula pandangan Syiah mengikut orang Syiah sendiri? Mereka juga ada hujah tentang kebenaran aliran mereka anuti. Seperti dakwaan mereka perkataan Syiah (mufrad) disebut sebanyak empat kali dalam al-Qur'an dan ia memberi erti golongan atau kumpulan;pertama dalam Surah as-Saffat: 83-84, firman Tuhan yang bermaksud,"Dan sesungguhnya Ibrahim benar-benar termasuk Syiahnya (golongannya), ingatlah ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci".
Kedua,dalam Surah Maryam: 69, firman Tuhan yang bermaksud,"Kemudian pasti Kami tarik dari tiap-tiap golongan (Syiatihi) siapa antara mereka yang sangat derhaka kepada Tuhan yang Maha Pemurah".

Ketiga dan keempat adalah Surah al-Qasas: 15, firman Tuhan yang bermaksud,"Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah, maka didapatinya dalam kota itu dua orang lelaki yang berkelahi; yang seorang dari golonganya (Syiatihi) (Bani Israil) dan seorang (lagi) dari musuhnya (Syiatihi) meminta pertolongan kepadanya untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya".

Dalam hadith Hadith Nabi SAW merke dakwa di sebebut lebih dari tiga kali, antaranya disebut oleh Imam as-Suyuti dalam tafsirnya Durr al-Manthur, Beirut, Jilid 6, hal.379 - Surah al-Bayyinah, Nabi SAW bersabda:"Wahai Ali, engkau dan Syiah engkau (golongan engkau) di Hari Kiamat nanti keadaannya dalam redha dan diredhai", dan sabdanya lagi:"Ini (Ali) dan Syiahnya (golongannya) (bagi) mereka itulah yang mendapat kemenangan di Hari Kiamat nanti".

Bagi Ulamak-ulamak Sunnah, ada beberapa sebab mengapa Syiah perlu ditolakdan dibentras. Di Malaysia, Perlis dan Selangor adalah negeri yang mengambil berat tentang penyelewangan Syiah. Terdapat beberapa orang aktivis Syiah yang cuba menyebarkan fahaman Syiah di Negeri ini. Oleh itu, beberapa kertas kerja telah dibentangkan sebagai siri kulliah akidah terutamanya di beberapa masjid di sekitar Perlis, Pulau Pinang dan Selangor insya-Allah.

Antara pegangan Syiah yang diragui dan di tolak oleh ulama-ulama sunnah di Malaysia dan di dunia;

Syiah Mengkafirkan Para Sahabat
Bukti ini dilihat dalam beberapa kitab besar mereka iaitu:
1. Abu Ja'far berkata:
"Semua manusia (kaum muslimin Ahli Sunnah wal-Jamaah) menjadi Ahli Jahiliyah (kafir/murtad setelah kewafatan Rasulullah) kecuali empat orang, Ali, Miqdad, Salman dan Abu Dzar".[8]
2. Al-Kulaini[9] mensifatkan Abu Bakar, 'Umar dan 'Uthman telah terkeluar dari kalangan orang yang beriman (murtad/kafir) lantaran tidak melantik Ali sebagai khalifah setelah Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam wafat.[10] Malah al-Kulaini mengkafirkan seluruh penduduk Mekkah dan Madinah. Menurut Kulaini:
"Penduduk Madinah lebih buruk dari penduduk Mekkah dan penduduk Mekkah telah kufur kepada Allah dengan terang-terang".[11]
Al-Kulaini juga menetapkan dalam kitabnya al-Kafi:
"Sesiapa yang tidak beriman kepada Imam Dua Belas maka dia adalah kafir walaupun dia keturunan Ali atau Fatimah".[12]
3. Al-Majlisi seorang ulama besar Syiah menegaskan:
“Bahawa mereka (Abu Bakar, 'Umar dan 'Uthman) adalah pencuri yang khianat dan murtad, keluar dari agama, semoga Allah melaknat mereka dan semua orang yang mengikut mereka dalam kejahatan mereka, sama ada orang dahulu atau orang-orang kemudian".[13]
Budak Ali bin Husin berkata:
"Saya pernah bertanya kepada Ali bin Husin tentang Abu Bakar dan 'Umar. Maka dia menjawab: Keduanya kafir dan sesiapa yang mencintainya juga kafir".[14]
4. Abu Basir (ulama Syiah) menegaskan:
"Sesungguhnya penduduk Mekkah telah kufur kepada Allah secara terang-terang dan penduduk Madinah lebih buruk dari penduduk Mekkah, lebih buruk tujuh puluh kali dari penduduk Mekkah".[15]
Demikianlah kenyataan, fatwa, kepercayaan, pandangan dan tuduhan jahat para ulama Syiah terhadap Ahli Sunnah wal-Jamaah sama ada terhadap ulama atau orang awamnya.

Al-Quran Menurut Syiah
Merka berpendapat Al Quaran asli berada di tangan Ali. Dan buat masa sekarang ini al-Quran yang asli berada di tangan Imam Mahadi al-Muntazar.
Al-Kusyi pula berkata:
"Tidak sedikitpun isi kandungan di dalam al-Quran (yang digunakan oleh Ahli Sunnah wal-Jamaah sekarang, Pent.) yang boleh kita jadikan pegangan".[16]
Menurut para ulama Syiah:
“Seseorang itu akan dianggap kafir dan masuk neraka kerana tidak mengikut Imam Dua Belas Syiah atau kafir terhadap Syiah”.
Syiah banyak merubah ayat-ayat al-Quran dan tafsirannya. Contohnya ayat:
"Mengapa kamu masuk neraka?"
(Menurut penafsiran ulama Syiah):
"Orang-orang kafir menjawab, Kami tidak solat".
Ulama Syiah merubah tafsirannya yang sebenarnya kepada maksud dan tafsiran:
"Kami (masuk neraka kerana) tidak mengikut Imam (Syiah)".[17]
Begitulah kekarutan, khurafat dan batilnya kepercayaan penganut syiah yang telah disepakati oleh para ulama Ahli Sunnah wal-Jamaah sebagai akidah yang sesat lagi menyesatkan.

Hadis Menurut Syiah
Semua Ahlili hadis, seperti Imam Bukhari, Muslim, Turmizi dan yang lainnya ditolak oleh Syiah. Syiah hanya menerima hadis yang diriwayatkan oleh perawi Ahli Bait. Menurut Syiah hadis bukan semata-mata dari Nabi tetapi dari Imam Dua Belas yang maksum. Nilai perkataan imam yang maksum senilai dengan wahyu dan sabda nabi.[18]

Syiah Mengkafirkan Ahli Sunnah Wal-Jamaah
1. Syiah menggelar golongan Ahli Sunnah wal-Jamaah sebagai Nasibi(äóÇÕöÈöí) "Penipu, Pembangkang atau penentang Ali bin Abi Talib" kerana mereka mendahulukan Abu Bakar, 'Umar dan 'Uthman sebagai khalifah.
Begitu juga ulama Syiah mengkafirkan pengikut mazhab Syafie, Hambali, Maliki dan Hanafi kerana mereka digolongkan sebagai an-Nasibi. Menurut ulama Syiah lagi:
"Dalam kalangan ulama (Ahli Sunnah) dari Malik, Abi Hanifah, Syafie, Ahmad dan Bukhari semua mereka kafir dan terlaknat".[19]
Keyakinan Syiah yang sesat ini diambil dari keterangan ulama mereka Syeikh Husin al-'Usfur ad-Darazi al-Bahrani. Beliau menegaskan:
"Riwayat-riwayat para imam menyebutkan bahawa an-Nasibi (si Kafir) adalah mereka yang digelar Ahli Sunnah wal-Jamaah".[20]
2. Syiah menganggap seluruh Ahli Sunnah wal-Jamaah kafir yang setara dengan orang-orang kafir musyrikin dan najis. Berkata Abu Qasim al-Musawi al-Khuri (ulama besar Syiah):
"Najis ada sepuluh jenis, yang ke sepuluh adalah orang kafir, iaitu yang tidak beragama atau yang beragama bukan Islam atau beragama Islam menolak yang datang dari Islam. Dalam hal ini tidak ada perbezaan antara murtad, kafir asli, kafir zimmi, Khawarij yang ghalu atau an-Nasibi (Ahli Sunnah wal-Jamaah)".[21]
Berkata Ruhullah al-Musawi (ulama Syiah):
"Sesungguhnya an-Nasibi (Ahli Sunnah wal-Jamaah) dan Khawarij dilaknati Allah Subhanahu wa-Ta'ala. Keduanya adalah najis tanpa diragukan lagi".[22]
3. Syiah mengkafirkan Ahli Sunnah kerana tidak mengiktiraf (tidak mengimani) Imam Dua Belas. Berkata Yusuf al-Bahrani (ulama Syiah):
"Tidak ada perbezaan antara orang yang kafir kepada Allah Subhanahu wa-Ta'ala, RasulNya dan yang kafir kepada para Imam Dua Belas".[23]
Dan berkata Kamil Sulaiman (ulama Syiah):
"Sesiapa yang meyakini para Imam Dua Belas maka dia adalah orang yang beriman dan sesiapa yang mengingkarinya dia adalah kafir".[24]
Syiah menghalalkan darah dan harta Ahli Sunnah. Berkata Muhammad bin Ali Babawaihi al-Qummi, dia meriwayatkan dari Daud bin Farqad:
"Aku bertanya kepada Abu Abdullah 'alaihis salam: Bagaimana pendapat engkau membunuh an-Nasibi (Ahli Sunnah wal-Jamaah)? Dia menjawab: Halal darahnya akan tetapi lebih selamat bila engkau sanggup menimpakan dengan tembok atau menenggelamkan (mati lemas) ke dalam air supaya tidak ada buktinya. Aku bertanya lagi: Bagaimana dengan hartanya? Dia menjawab: Rampas sahaja semampu mungkin".[25]
Berkata Abu Ja'far ath-Thusi (ulama Syiah):
"Berkata Abu Abdullah 'alaihis salam (Imam as-Sadiq): Ambillah harta an-Nasibi (Ahli Sunnah wal-Jamaah) dari jalan apapun kamu mendapatkannya dan berikan kepada kami seperlima".[26]
Yusuf al-Bahrani berkata (ulama Syiah):
"Dari dahulu sehinggalah sekarang, bahawa an-Nasibi kafir dan najis secara hukum, dibolehkan mengambil segala harta benda mereka bahkan dihalalkan membunuhnya".[27]
Begitulah sikap golongan Syiah terhadap Ahli Sunnah wal-Jamaah yang mereka gelar sebagai an-Nasibi. Mereka bukan sahaja memusuhi Ahli Sunnah malah mengistiharkan bunuh dan rampas harta benda Ahli Sunnah wal-Jamaah. Dan rampasan tersebut dianggap oleh mereka sebagai ganimah (harta rampasan perang).

Agama Syiah Mewajibkan Taqiyah
Taqiyah atau berpura-pura (dissimulation) adalah satu prinsip yang diyakini oleh syiah Imamiyah. Berpegang kepada taqiyah adalah wajib bagi setiap penganut Syiah. Ianya adalah satu sikap yang menyembunyikan kebenaran yang (kononnya) jika didedahkan akan membawa kemusnahan diri atau agama seseorang Syiah.[28] Pada mulanya taqiyah dilakukan kerana takut terjadinya penindasan dari pihak pemerintah. Tetapi selanjutnya diamalkan untuk menipu, berbohong dan seterusnya untuk menghalalkan sesuatu yang haram atau sebaliknya.
Orang-orang Syiah akan menyamar sebagai Ahli Sunnah secara taqiyyah untuk memerangkap Ahli Sunnah yang kurang faham akan agama mereka. Tujuannya supaya dapat dirosakkan fahaman, akidah dan amal ibadahnya.
Abu Ja'far berkata:
"Taqiyah adalah agamaku dan agama nenek moyangku. Dan tidak beragama bagi sesiapa yang tidak bertaqiyah".[29]
Abdullah berkata:
"Wahai Abu 'Umar! Sesungguhnya sembilan persepuluh dari agama terletak pada taqiyyah, tidak beragama bagi sesiapa yang tidak bertaqiyyah pada segala sesuatu, kecuali arak dan menyapu sepatu".[30]
Diriwayatkan dari Ali bin Muhammad:
"Wahai Daud! Sekiranya kamu mengatakan bahawa orang yang meninggalkan taqiyah sama seperti orang yang meninggalkan solat, maka sesungguhnya betullah kata-katamu itu".[31]
Sebenarnya taqiyyah dalam agama Syiah adalah perbuatan nifak, pembuat nifak adalah seorang munafik. Tidak ada hadis sahih yang menghalalkan taqiyah sebagaimana yang dilakukan oleh golongan Syiah. Si Munafik pula dilaknat Allah dan ditempat di neraka yang paling bawah (kerak neraka), maka Ahli Sunnah wal-Jamaah diharamkan dari bertaqiyah.

Syariat Syiah Yang Menyesatkan
Syariat Syiah yang sebenar amat bertentangan dengan syariat Ahli Sunnah wal-Jamaah. Syiah digolongkan oleh Imam Syahrastani di dalam bukunya “Al-Milal Wan-Nihal” dan al-Bagdadi dalam bukunya “Al-Faraq Bain al-Firaq” segabai golongan 72 yang ke neraka, kerana penganut Syiah selain mengkafirkan Amirul Mukminin Abu Bakar, ‘Umar al-Khatab, Uthman radiallahu anhum dan para sahabat yang lain, mereka juga lebih meyakini syariat Daud 'alaihis salam daripada syariat Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa-sallam. Abu Ja'far berkata:
"Apabila Imam ghaib (Imam Mahdi) datang, ia akan memerintah dengan hukum syariat Daud (bukan syariat Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa-sallam, pent)".[32]

Nikah Mut'ah
Syiah menghalalkan nikah mut'ah seberapa banyak, beberapa kali yang diinginkan dan yang semampu. Mereka menghalalkan nikah mut'ah sehingga ke Hari Kiamat. Sebaliknya Ahli Sunnah wal-Jamaah telah mengharamkan nikah mut'ah sehinggalah ke Hari Kiamat. Antara hadis (hadis-hadis sahih) dari Nabi Muhammad sallallahu 'alaihi wa-sallam yang mengharamkan nikah mut’ah ialah:
"Dari Ali (Bin Abi Talib): Sesungguhnya Nabi Sallallahu 'alaihi wa-sallam telah melarang nikah mut'ah pada hari peperangan Khaibar dan baginda mengharamkan makan daging keldai kampung".[33]
"Sesungguhnya Rasulullah sallallahu 'alaihi wa-sallam melarang nikah mut'ah pada hari futuh (pembukaan) Mekkah".[34]
Antara tanda-tanda penganut agama Syiah ialah menghalalkan nikah mut’ah walaupun telah diharamkan oleh Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa-sallam. Golongan Syiah telah menyelewengkan hadis-hadis sahih yang mengharamkan mut’ah. Oleh itu, orang-orang beriman yang mengakui sebagai Ahli Sunnah wal-Jamaah perlu membenteras fahaman dan ajaran Syiah kerana Syiah adalah golongan yang sesat lagi menyesatkan.

Rukun agama Syiah
Rukun iman Agama Syiah berbeza dengan rukum iman Ahli Sunnah wal-Jamaah, kerana rukun iman Syiah hanya lima perkara, iaitu:
1. Beriman kepada keEsaan Allah -
2. Beriman kepada Keadilan -
3. Beriman kepada Kenabian -
4. Beriman kepada Imam -
5. Beriman kepada Hari Kiamat -
Imam Malik secara terang-terangan telah mengkafirkan golongan Syiah kerana golongan ini membenci para sahabat Nabi dan sesiapa yang membenci sahabat Nabi adalah kafir. Hal ini telah disepakati oleh sebahagian besar ulama.[35]
Imam Malik rahimahullah juga pernah menjelaskan tentang Syiah:
"Mereka (Syiah) jangan diajak berbual dan jangan pula diberi perhatian, mereka adalah golongan pembohong".[36]
Imam Syafie rahimahullah pula berwasiat:
"Belum pernah aku saksikan di kalangan manapun manusia yang begitu berani menjadi pendusta dan sebagai saksi-saksi palsu seperti golongan Syiah".[37]
Begitulah fatwa-fatwa para ulama Ahli Sunnah wal-Jamaah terhadap golongan Syiah. Tidak terdapat seorangpun dari kalangan mereka yang menerima Syiah sama ada fahaman atau akidah mereka. Oleh itu, berwaspadalah terhadap gerakan, doktrin dan di’ayah Siyah, kerana pada hakikatnya mereka adalah pembohong yang hanya mengajak kepada kesesatan, pecah-belah dan kehancuran umat Islam. Wallahua’lam. Walhamdulillahi rabbil ‘alamin

http://www.youtube.com/watch?v=zjRsnYAflM8

Asal Usul Syiah di Malaysia:
TARIKH MUNCUL: 1979
TEMPAT BERKEMBANG: Selangor, Wilayah Persekutuan K.L., Kelantan, Johor, Perak dan Melaka.

TINDAKAN/HUKUMAN:
(a) Difatwakan sesat oleh 5 buah negeri:
Selangor: 19 Januari 1998
No. Warta: Sel. P.U. 10
Tarikh Warta: 24.9.98
Negeri Sembilan: 12 Mac 1998
No. Warta: N.S. P.U. 5
Tarikh Warta: -
P. Pinang: 16 Januari 1997
No. Warta: Pg. P.U.I.
Tarikh Warta: -
W.Persekutuan: 3 April 1997
No. Warta: W.P. PU(B) 106
Tarikh Warta: 27 Julai 1997
Terengganu: 25 September 1997
No. Warta: PUN Tr. (142)
Tarikh Warta: 25 Sept. 97

(b) Majlis Penjelasan Akidah telah diadakan di Kuala Lumpur, Johor dan Perak 1997 tahun 1999. Kursus Pemurnian Akidah kepada Kader Syiah pada Ogos 1998 di Kemunting Perak.

Kisah Syiah di Negeri Selangor:
Berdasarkan kajian dan siasatan Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) dan polis, Syiah di Negeri Selangor dikategorikan seperti berikut :
a) Pusat Pengajian Tinggi
Beberapa buah Pusat Pengajian Tinggi telah dikenal pasti menjadi sasaran Syiah bergerak iaitu Universiti Malaya, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Islam Antarabangsa dan Institut Teknologi Mara.
b) Orang Awam
Hasil penyiasatan JAIS bersama Polis dan JAKIM didapati beberapa orang penyebar fahaman ini telah bergerak cergas dalam kelompok kecil untuk berkempen dari rumah ke rumah. Di antara individu yang telah dikenalpasti ialah Syed Jaafar bin Abdul Hamid Al-Sagof, beliau didapati menyebarkan fahaman ini di Taman Permata dan Taman Melor di Hulu Klang.
c) Menubuhkan Persatuan
Terdapat usaha-usaha kumpulan ini menubuhkan persatuan untuk mengembangkan fahaman Syiah kepada orang ramai yang dikenali dengan nama “Darul Husaini” tetapi pendaftaran ditolak pada 19September 1992 atas nasihat MAIS dan JAKIM.

Di bawah, antara teks yang di copy dari website JAKIM:

Syiah di Malaysia merupakan satu kelompok pecahan dari umat Islam yang merangkumi lebih kurang 10% dari seluruh umat Islam di dunia1. Golongan Syiah ini berpecah kepada beberapa kumpulan. Tetapi di dalam buku penjelasan ini hanya disebut tiga (3) kumpulan yang terbesar iaitu:
i. Syiah Imam Dua Belas (ja'fariyah)
Kumpulan ini merupakan golongan Syiah yang terbesar di Iran dan merangkumi hampir 60% daripada penduduk Iraq. Golongan ini juga menjadi kumpulan minoriti di beberapa buah negara seperti Pakistan, Afghanistan, Lebanon dan Syria.
ii. Syiah Zaidiyah
Kumpulan yang dikenali dengan nama Syiah Imam Lima ini berkembang di Yaman dan hampir 40% daripada penduduk negara tersebut adalah pengikut Syiah Zaidiyah*.
iii. Syiah Ismailiyah
Kumpulan ini mempunyai Imam Tujuh dan pengikutnya dianggarkan seramai 2 juta orang. Kumpulan ini sekarang berpusat di India dan bertaburan di sekitar Asia Tengah, Iran, Syria dan Timur Afrika1.

Di Malaysia terdapat tiga (3) kumpulan Syiah yang berkembang semenjak beberapa tahun yang Ialu iaitu:
i. Syiah Taiyibi Bohra (Dawood Bohra)
Kumpulan ini berasal dari India dan di Malaysia ia dikenali dengan golongan yang memiliki Kedai Bombay. Kumpulan yang berpusat di daerah Kelang ini mempunyai tanah perkuburan dan masjidnya sendiri dan pengikutnya dianggarkan seramai 200 hingga 400 orang (tahun 1996).

ii. Syiah Ismailiah Agha Khan.
Kumpulan yang dikenali dengan nama Kedai Peerbhai ini bergerak di sekitar Lembah Kelang. Jumlah pengikut tidak diketahui tetapi bilangannya lebih kecil dari kelompok Bohra.

iii. Syiah Ja'fariyah @ Imamiah Ithna Assyariyyah (Imam Dua Belas)
a) Kumpulan Syiah ini dipercayai mula bertapak di Malaysia selepas kejayaan Revolusi Iran pada tahun 1979. Pengaruh ajaran dan fahaman kumpulan ini menular ke negara ini melalui bahan-bahan bacaan dan orang perseorangan sama ada yang berkunjung ke Iran atau yang datang dari Iran.
b) Fahaman Syiah ini bertambah meruncing apabila beberapa orang pensyarah universiti tempatan telah memainkan peranan untuk menyebarkan fahaman Syiah Ja'fariyah secara serius kepada para pelajar di Institut Pengajian Tinggi.
c) Beberapa buah kitab utama Syiah telah dijadikan bahan rujukan dan sebahagiannya telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Malaysia, antaranya:
i) Kasyf al-Asrar
Oleh: Ayatullah al-Khomeini
ii) AI-Hukumah al-Islamiah
Oleh: Ayatullah al-Khomeini
iii) Al-Sabah Min al-Salaf
Oleh: Ayatullah al Murtadza az- Zubaidi
iv) AI- Usul Min al-Kaft
Oleh: al-Sheikh Muhammad bin Yaacob al-Kulaini (thn. 1338H)
v) Tahrir al- Wasilah
Oleh: Ayatullah al-Khomeini
vi) Al-Murajaat
Oleh: al-Sheikh Abdul Husin Syarafuddin al-Musawi
vii) Peshawar Nights
Oleh: al-Sayyid Muhammad Rais al-Wahidin
viii) Mafatih al-jittan
Oleh: Sheikh Abbas al-Qummi
ix) Minhaj Kebenaran dan Pendedahannya (Fiqh Lima Mazhab di antara Nas dan ljtihad)
Oleh: al-Hasan bin Yusuf al- Mutahhar al-Hulliyy, diterjemahkan oleh Prof. Madya Dr. Lutpi Ibrahim (thn. 1993)
x) Mengapa Aku Memilih Ahlul Bait a.s?
Oleh: Syeikh Muhammad Mar'i al-Amin al-Antaki - diterjemah oleh Prof. Madya Dr. Lutpi Ibrahim (thn. 1993)
xi) Al-Sahabah
Oleh: Haidar
xii) Ahlu al-Bait
Oleh: Dr. Mahfuz Mohamed

Pengaruh fahaman Syiah ini kian menular ke negeri-negeri di Semenanjung Malaysia, antaranya Kelantan, Johor, Perak, Wilayah Persekutuan dan Selangor. Di Malaysia, pengikut kumpulan ini dianggarkan antara 300 hingga 500 orang.
Antara gejala-gejala Syiah yang timbul akibat dari fahaman dan ajaran Syiah ini ialah:
i. Adanya usaha menghantar pelajar-pelajar melanjutkan pelajaran ke Iran.
ii. Wujudnya kes kahwin Mut'ah
iii. Meluasnya penyebaran buku-buku Syiah
iv. Wujudnya sokongan dari golongan tertentu kepada pengaruh Syiah terutama golongan ahli politik.
v. Wujudnya kesamaran dan keraguan orang ramai terhadap ajaran dan pegangan Islam yang sebenar, contohnya dalam aspek perkahwinan, pengkebumian dan sebagainya

Rantau Asia Tenggara, khususnya Malaysia adalah rantau yang hening dengan pegangan Ahli Sunnah Wal Jamaah. Sebarang usaha untuk memasukkan fahaman selain dari Ahli Sunnah Wal Jamaah terutama Syiah di kalangan penduduk rantau ini pasti akan menggugat keharmonian masyarakat.

Negara-negara yang mempunyai penganut Syiah, telah menimbulkan ketidakstabilan rakyat dan pentadbiran di negara tersebut. Penganut Syiah akan selama-lamanya cuba mengembang dan mempengaruhi pegangan mereka ke atas pengikut Ahli Sunnah Wal Jamaah. Mereka tidak mahu tunduk kepada pemerintahan dan pentadbiran Ahli Sunnah Wal Jamaah.

Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Islam yang bersidang pada 3 Mei 1996 telah membuat keputusan iaitu:
Menetapkan bahawa umat Islam di Malaysia hendaklah hanya mengikut ajaran Islam yang berasaskan pegangan Ahli Sunnah Wal Jamaah dari segi Akidah, Syariah dan Akhlak.

Memperakukan bahawa ajaran Islam yang lain daripada pegangan Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah bercanggah dengan Hukum Syarak dan Undang-undang Islam; dan dengan demikian penyebaran apa-apa aj aran yang lain daripada pegangan Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah dilarang.

Dari kesimpulan, kenyataan JAKIM di atas, tidaklah jelas dan tidak kukuh tentang pengharaman Syiah di Malaysia, seperti pengharaman yang dikenakan kepada Al Arqam dan ajaran-ajaran sesat yang lain. Sebab itu, mungkin tidak ada tindakan serius diambil oleh JAKIM dan tiada pembasmiannya yang menyeluruh. Dan Ajaran Syiah walaupun dikatakan sesat, tetapi masih seperti dilindungi…

Walhualammm…
sumber:http://terjah.freephpnuke.org
Read More...

Friday, December 17, 2010

Syiah Pembunuh Sayyidina Husain Di Karbala Episode Akhir

Tetapi setelah golongan Syiah pada ketika itu merasakan perancangan mereka semua akan gagal apabila perjanjian damai di antara pihak Sayyidina Ali dan Muawiyah dipersetujui, maka golongan Syiah yang merupakan musuh-mush Islam yang menyamar atas nama Islam itu memikirkan diri mereka tidak selamat apabila perdamaian antara Sayyidina Ali dan Muawiyah berlaku. Maka segolongan dari mereka telah mengasingkan diri daripada mengikuti Sayyidina Ali dan mereka menjadi golongan Khawarij sementara segolongan lagi tetap berada bersama Sayyidina Ali. Perpecahan yang berlaku ini sebanarnya satu taktik mereka untuk mempergunakan Sayyidina Ali demi kepentingan mereka yang jahat itu dan untuk berselindung di sebalik beliau daripada hukuman kerana pembunuhan Khalifah Uthman.


Sayyidina Hasan pula pernah ditikam oleh golongan Syiah pehanya sehingga tembus kemudian mereka menunjukkan pula kebiadapannya terhadap Sayyidina Hasan dengan merampas harta bendanya dan menarik kain sejadah yang diduduki oleh Sayyidina Hasan. Ini semua tidak lain melainkan kerana Sayyidina Hasan telah bersedia untuk berdamai dengan pihak Sayyidina Muawiyah. Bahkan bukan sekadar itu saja mereka telah menuduh Sayyidina Hasan sebagai orang yang menghinakan orang-orang Islam dan sebagai orang yang menghitamkan muka orang-orang Mukmin.

Kebiadaban Syiah dan kebusukan hatinya ditujukan juga kepada Imam Jaafar As Shadiq bila seorang Syiah yang sangat setia kepada Imam Jaafar As Shadiq iaitu Rabi' menangkap Imam Jaafar As Shadiq dan membawanya kehadapan Khalifah Al-Mansur supaya dibunuh. Rabi' telah memerintahkan anaknya yang paling keras hati supaya menyeret Imam Jaafar As Shadiq dengan kudanya. Ini tersebut di dalam kitab Jilaau Al ' Uyun karangan Mulla Baqir Majlisi.

Di dalam kitab yang sama pengarangnya juga menyebutkan kisah pembunuhan Ali Ar Ridha iaitu Imam yang ke lapan di sisi Syiah, bahawa beliau telah dibunuh oleh Sabih Dailamy, seorang Syiah kental dengan perintah Al Makmun. Bagaimanapun diceritakan bahawa selepas dibunuh itu Imam Ar Ridha dengan mukjizatnya terus hidup kembali dan tidak ada langsung kesan-kesan pedang di tubuhnya.

Bagaimanapun Syiah telah menyempurnakan tugasnya untuk membunuh Imam Ar Ridha. Oleh itu tidaklah hairan golongan yang sampai begini biadapnya terhadap Imam-imam boleh membunuh Sayyidina Husain tanpa belas kasihan di medan Karbala.

Boleh jadi kita akan mengatakan bagaimana mungkin pengikut-pengikut setia Imam-imam ini yang dikenali dengan 'syiah' boleh bertindak kejam pula terhadap Imam-imamnya? Tidakkah mereka sanggup mempertahankan nyawa demi mempertahankan Iman-imam mereka? Secara ringkas bolehlah kita katakan bahawa 'perasaan kehairanan' yang seperti ini mungkin timbul dari dalam fikiran Syiah, yang tidak mengetahui latar belakang kewujudan Syiah itu sendiri. Mereka hanya menerima secara membabi buta daripada orang-orang terdahulu. Adapun orang-orang yang mengadakan sesuatu fahaman dengan tujuan-tujuan yang tertentu dan masih hidup ketika mana ajaran dan fahaman itu mula dikembangkan tentu sekali mereka sedar maksud dan tujuan mereka mengadakan ajaran tersebut. Pada lahirnya mereka menunjukkan taat setia dan kasih sayang kepada Imam-imam itu, tetapi pada hakikatnya adalah sebaliknya.

2. Di antara bukti yang menunjukkan tidak ada peranan Yazid dalam pembunuhan Sayyidina Husain di Karbala, bahkan golongan Syiahlah yang bertanggungjawab membunuh beliau bersama dengan ramai orang-orang yang ikut serta di dalam rombongan itu, ialah adanya hubungan persemendaan di antara Bani Hasyim dan Bani Umayyah, selepas berlakunya peperangan Siffin dan juga selepas berlakunya peristiwa pembunuhan Sayyidina Husain di Karbala.

Tidak mungkin orang-orang yang bermaruah seperti kalangan Ahlul Bait akan berkahwin dengan orang-orang yang diketahui oleh mereka sebagai pembunuh-pembunuh atau orang-orang yang bertanggungjawab di dalam membunuh ayah, datuk atau bapa saudara mereka Sayyidina Husain. Hubungan ini selain daripada menunjukkan pemerintah-pemerintah dari kalangan Bani Muawiyah dan Yazid sebagai orang yang tidak bersalah di dalam pembunuhan ini, ia juga menunjukkan mereka adalah golongan yang banyak berbudi kepada Ahlul Bait dan sentiasa menjalinkan ikatan kasih sayang di antara mereka dan Ahlul Bait.

Di antara contoh hubungan persemendaan ini ialah:

(1) Anak perempuan Sayyidina Ali sendiri bernama Ramlah telah berkahwin dengan anak Marwan bin Al-Hakam yang bernama Muawiyah iaitu saudara kepada Amirul Mukminin Abdul Malik bin Marwan. (Ibn Hazm-Jamharatu Al Ansab, m.s. 80)

(2) Seorang lagi anak perempuan Sayyidina Ali berkahwin dengan Amirul Mukminin Abdul
Malik sendiri iaitu khalifah yang ke empat daripada kerajaan Bani Umaiyah. (Al Bidayah Wa An Nihayah, jilid 9 m.s. 69)

(3) Seorang lagi anak perempuan Sayyidina Ali iaitu Khadijah berkahwin dengan anak gabenor 'Amir bin Kuraiz dari Bani Umaiyah bernama Abdul Rahman. (Jamharatu An Ansab, m.s. 68). 'Amir bin Kuraiz adalah gabenor bagi pihak Muawiyah di Basrah dan dalam peperangan Jamal dia berada di pihak lawan Sayyidina Ali.

Cucu Sayyidina Hasan pula bukan seorang dua yang telah berkahwin dengan pemimpin-pemimpin kerajaan Bani Umaiyah bahkan sejarah telah mencatatkan 6 orang daripada cucu beliau telah berkahwin dengan mereka iaitu:-

1.Nafisah bt Zaid bin Hasan berkahwin dengan Amirul Mukminin Al Walid bin Abdul Malik bin Marwan.

2.Zainab bt Hasan Al Mutsanna bin Hasan bin Ali juga telah berkahwin dengan Khalifah Al Walid bin Abdul Malik. Zainab ini adalah di antara orang yang turut serta di dalam rombongan Sayyidina Husain ke Kufah dan dia adalah salah seorang yang menyaksikan peristiwa pembunuhan Sayyidina Husain di Karbala dengan mata kepalanya sendiri.

3.Ummu Qasim bt Hasan Al Mutsanna bin Hasan bin Ali berkahwin dengan cucu Sayyidina Uthman iaitu Marwan bin Aban. Ummu Qasim ini selepas kematian suaminya Marwan berkahwin pula dengan Ali Zainal Abidin bin Al Husain.

4.Cucu perempuan Sayyidina Hasan yang keempat telah berkahwin dengan anak kepada Marwan bin Al-Hakam iaitu Muawiyah.

5.Cucu Sayyidina Hasan yang kelima bernama Hammaadah bt Hasan Al Mutsanna berkahwin dengan anak saudara Amirul Mukminin Marwan bin Al Hakam iaitu Ismail bin Abdul Malik.

6.Cucu Sayyidina Hasan yang keenam bernama Khadijah bt Husain bin Hasan bin Ali juga pernah berkahwin dengan Ismail bin Abdul Malik yang tersebut tadi sebelum sepupunya Hammaadah.

Perlu diingat bahawa semua mereka yang tersebut ada meninggalkan zuriat.
Dari kalangan anak cucu Sayyidina Husain pula ramai yang telah menjalinkan perkahwinan dengan individu-individu dari keluarga Bani Umaiyah, antaranya ialah:-

(1) Anak perempuan Sayyidina Husain yang terkenal bernama Sakinah. Selepas beberapa lama terbunuh suaminya Mus'ab bin Zubair, beliau telah berkahwin dengan cucu Amirul Mukminin Marwan iaitu Al Asbagh bin Abdul Aziz bin Marwan. Asbagh ini adalah saudara kepada Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz sedangkan isteri Asbagh yang kedua ialah anak kepada Amirul Mukminin Yazid iaitu Ummu Yazid. (Jamharatu Al -Ansab)

(2) Sakinah anak Sayyidina Husain yang tersebut tadi pernah juga berkahwin dengan cucu Sayyidina Uthman yang bernama Zaid bin Amar bin Uthman.

Sementara anak cucu kepada saudara-saudara Sayyidina Husain iaitu Abbas bin Ali dan lain-lain juga telah mengadakan perhubungan persemendaan dengan keluarga Umaiyah. Di antaranya yang boleh disebutkan ialah:-

Cucu perempuan kepada saudara Sayyidina Husain iaitu Abbas bin Ali bernama Nafisah bt Ubaidillah bin Abbas bin Ali berkahwin dengan cucu Amirul Mukminin Yazid yang bernama Abdullah bin Khalid bin Yazid bin Muawiyah. Datuk kepada Nafisah ini iaitu Abbas bin Ali adalah di antara orang yang ikut serta dalam rombongan Sayyidina Husain ke Kufah. Beliau terbunuh dalam pertempuran di medan Karbala .

Sekiranya benar cerita yang diambil oleh ahli -ahli sejarah dari Abu Mukhnaf, Hisyam dan lain–lain tentang kezaliman Yazid di Karbala yang dikatakan telah memerintah supaya tidak dibenarkan setitik pun air walaupun kepada kanak–kanak yang ikut serta dalam rombongan Sayyidina Husain itu sehingga mereka mati kehausan apakah mungkin perkahwinan di antara cucu kepada Abbas ini berlaku dengan cucu Yazid. Apakah kekejaman–kekejaman yang tidak ada tolak bandingnya seperti yang digambarkan di dalam sejarah boleh dilupakan begitu mudah oleh anak – anak cucu orang–orang yang teraniaya di medan Karbala itu? Apa lagi jika dilihat kepada zaman berlakunya perkahwinan mereka ini, bukan lagi di zaman kekuasaan keluarga Yazid, bahkan yang berkuasa pada ketika itu ialah keluarga Marwan. Di sana tidak terdapat satu pun alasan untuk kita mengatakan perkahwinan itu berlaku secara kekerasan atau paksaan.

Perkahwinan mereka membuktikan kisah–kisah kezaliman yang dilakukan oleh tentera Yazid ke atas rombongan Sayyidina Husain itu cerita–cerita rekaan oleh Abu Mukhnaf, Al Kalbi dan anaknya Hisyam dan lain–lain.

Cucu perempuan kepada saudara Sayyidina Husain, Muhammad bin Ali (yang terkenal dengan Muhammad bin Hanafiyah) bernama Lubabah berkahwin dengan Said bin Abdullah bin Amr bin Said bin Al Ash bin Umaiyah. Ayah kepada Lubabah ini ialah Abu Hisyam Abdullah yang dipercayai sebagai imam oleh Syiah Kaisamyyah .


Demikianlah serba ringkasnya dikemukakan hubungan persemendaaan yang berlaku di antara Bani Umaiyyah dan Bani Hasyim terutamanya dari anak cucu Sayyidina Ali, Hasan dan Husain. Hubungan persemendaan di antara mereka sangat banyak terdapat di dalam kitab-kitab Ansab dan sejarah. Maklumat lebih lanjut boleh dirujuk dari kitab–kitab seperti Jamratu Al Ansab, Nasbu Quraisy, Al Bidayah Wa An Nihayah, Umdatu Al Thalib Fi Ansab Aal Abi Thalib dan lain–lain .
Read More...

Thursday, December 16, 2010

Syiah Pembunuh Sayyidina Husain Di Karbala Episode 2

Beliau juga berkata kepada Syiah:

"Binasalah kamu! Bagaimana boleh kamu menghunuskan perang dendammu dari sarung-sarungnya tanpa sebarang permusuhan dan perselisihan yang ada di antara kamu dengan kami? Kenapakah kamu siap sedia untuk membunuh Ahlul Bait tanpa sebarang sebab? " (Ibid).

Akhirnya beliau mendoakan keburukan untuk golongan Syiah yang sedang berhadapan untuk bertempur dengan beliau:

"Ya Allah! Tahanlah keberkatan bumi dari mereka dan selerakkanlah mereka. Jadikanlah hati-hati pemerintah terus membenci mereka kerana mereka menjemput kami dengan maksud membela kami tetapi sekarang mereka menghunuskan pedang dendam terhadap kami ". (Ibid)

Beliau juga dirakamkan telah mendoakan keburukan untuk mereka dengan kata-katanya: "Binasalah kamu! Tuhan akan membalas bagi pihakku di dunia dan di akhirat……..Kamu akan menghukum diri kamu sendiri dengan memukul pedang-pedang di atas tubuhmu dan mukamu akan menumpahkan darah kamu sendiri. Kamu tidak akan mendapat keberuntungan di dunia dan kamu tidak akan sampai kepada hajatmu. Apabila mati nanti sudah tersedia azab Tuhan untukmu di akhirat. Kamu akan menerima azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir yang paling dahsyat kekufurannya". (Mulla Baqir Majlisi-Jilaau Al'Uyun, m.s. 409).


Daripada kata-kata Sayyidina Husain yang dipaparkan oleh sejarawan Syiah sendiri, Mulla Baqir Majlisi, dapat disimpulkan bahawa:

(i) Diayah yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam menerusi penulisan sejarah bahawa pembunuhan Ahlul Bait di Karbala merupakan balas dendam dari Bani Umayyah terhadap Ahlul Bait yang telah membunuh pemimpin-pemimpin Bani Umayyah yang kafir di dalam peperangan Badar, Uhud, Siffin dan lain-lain tidak lebih daripada propaganda kosong semata-mata kerana pembunuh-pembunuh Sayyidina Husain dan Ahlul Bait di Karbala bukannya datang dari Syam, bukan juga dari kalangan Bani Umayyah tetapi dari kalangan Syiah Kufah.

(ii) Keadaan Syiah yang sentiasa diburu dan dihukum oleh kerajaan-kerajaan Islam di sepanjang sejarah membuktikan termakbulnya doa Sayyidina Husain di medan Karbala ke atas Syiah.

(iii) Upacara menyeksa tubuh badan dengan memukul tubuhnya dengan rantai, pisau dan pedang pada 10 Muharram dalam bentuk perkabungan yang dilakukan oleh golongan Syiah itu sehingga mengalir darah juga merupakan bukti diterimanya doa Sayyidina Husain dan upacara ini dengan jelas dapat dilihat hingga sekarang di dalam masyarakat Syiah.

Adapun di kalangan Ahlus Sunnah tidak pernah wujud upacara yang seperti ini dan dengan itu jelas menunjukkan bahawa merekalah golongan yang bertanggungjawab membunuh Sayyidina Husain.

(iv) Betapa kejam dan kerasnya hati golongan ini dapat dilihat pada tindakan mereka menyembelih dan membunuh Sayyidina Husain bersama dengan sekian ramai ahli keluarganya walaupun setelah mendengar ucapan dan doa keburukan untuk mereka yang dipinta oleh beliau. Itulah dia golongan yang buta mata hatinya dan telah hilang kewarasan pemikirannya kerana sebaik saja mereka selesai membunuh, mereka melepaskan kuda Zuljanah yang ditunggangi Sayyidina Husain sambil memukul-mukul tubuh untuk menyatakan penyesalan. Dan inilah dia upacara perkabungan pertama terhadap kematian Sayyidina Husain yang pernah dilakukan di atas muka bumi ini sejauh pengetahuan sejarah. Dan hari ini tidakkah anak cucu golongan ini meneruskan upacara perkabungan ini setiap kali tibanya 10 Muharram?

Ali Zainal Abidin anak Sayyidina Husain yang turut serta di dalam rombongan ke Kufah dan terus hidup selepas berlakunya peristiwa itu pula berkata kepada orang-orang Kufah lelaki dan perempuan yang merentap dengan mengoyak-ngoyakkan baju mereka sambil menangis, dalam keadaan sakit beliau dengan suara yang lemah berkata kepada mereka, " Mereka ini menangisi kami. Tidakkah tidak ada orang lain yang membunuh kami selain mereka ?" (At Thabarsi-Al Ihtijaj, m.s. 156).

Pada halaman berikutnya Thabarsi menukilkan kata-kata Imam Ali Zainal Abidin kepada orang-orang Kufah. Kata beliau, " Wahai manusia (orang-orang Kufah)! Dengan Nama Allah aku bersumpah untuk bertanya kamu, ceritakanlah! Tidakkah kamu sedar bahawasa kamu mengutuskan surat kepada ayahku (menjemputnya datang), kemudian kamu menipunya? Bukankah kamu telah memberikan perjanjian taat setia kamu kepadanya? Kemudian kamu membunuhnya, membiarkannya dihina. Celakalah kamu kerana amalan buruk yang telah kamu dahulukan untuk dirimu".

Sayyidatina Zainab, saudara perempuan Sayyidina Husain yang terus hidup selepas peristiwa itu juga mendoakan keburukan untuk golongan Syiah Kufah. Katanya, " Wahai orang-orang Kufah yang khianat, penipu! Kenapa kamu menangisi kami sedangkan air mata kami belum lagi kering kerana kezalimanmu itu. Keluhan kami belum lagi terputus oleh kekejamanmu. Keadaan kamu tidak ubah seperti perempuan yang memintal benang kemudian dirombaknya kembali. Kamu juga telah merombak ikatan iman dan telah berbalik kepada kekufuran...Adakah kamu meratapi kami padahal kamu sendirilah yang membunuh kami. Sekarang kamu pula menangisi kami. Demi Allah! Kamu akan banyak menangis dan sedikit ketawa. Kamu telah membeli keaiban dan kehinaan untuk kamu. Tompokan kehinaan ini sama sekali tidak akan hilang walau dibasuh dengan air apapun". (Jilaau Al ' Uyun, ms 424).

Doa anak Sayyidatina Fatimah ini tetap menjadi kenyataan dan berlaku di kalangan Syiah hingga ke hari ini.

Ummu Kulthum anak Sayyidatina Fatimah pula berkata sambil menangis di atas segedupnya, " Wahai orang-oang Kufah! Buruklah hendaknya keadaanmu. Buruklah hendaklah rupamu. Kenapa kamu menjemput saudaraku Husain kemudian tidak membantunya bahkan membunuhnya, merampas harta bendanya dan menawan orang-orang perempuan dari ahli rumahnya. Laknat Allah ke atas kamu dan semoga kutukan Allah mengenai mukamu".

Beliau juga berkata, " Wahai orang-orang Kufah! Orang-orang lelaki dari kalangan kamu membunuh kami sementara orang-orang perempuan pula menangisi kami. Tuhan akan memutuskan di antara kami dan kamu di hari kiamat nanti". (Ibid, ms 426-428)

Sementara Fatimah anak perempuan Sayyidina Husain pula berkata, " Kamu telah membunuh kami dan merampas harta benda kami kemudian telah membunuh datukku Ali (Sayyidina Ali). Sentiasa darah-darah kami menitis dari hujung-hujung pedangmu……Tak lama lagi kamu akan menerima balasannya. Binasalah kamu! Tunggulah nanti azab dan kutukan Allah akan berterusan menghujani kamu. Siksaan dari langit akan memusnahkan kamu akibat perbuatan terkutukmu. Kamu akan memukul tubuhmu dengan pedang-pedang di dunia ini dan di akhirat nanti kamu akan terkepung dengan azab yang pedih ".

Apa yang dikatakan oleh Sayyidatina Fatimah bt. Husain ini dapat dilihat dengan mata kepala kita sendiri di mana-mana Syiah berada.

Dua bukti utama yang telah kita kemukakan tadi, sebenarnya sudah mencukupi untuk kita memutuskan siapakah sebenarnya pembunuh Sayyidina Husain di Karbala. Daripada keterangan dalam kedua-dua bukti yang lalu dapat kita simpulkan beberapa perkara :

1.Orang-orang yang menjemput Sayyidina Husain ke Kufah untuk memberontak adalah Syiah.

2.Orang-orang yang tampil untuk bertempur dengan rombongan Sayyidina Husain di Karbala itu juga Syiah.

3.Sayyidina Husain dan orang-orang yang ikut serta di dalam rombongannya terdiri daripada saudara- saudara perempuannya dan anak-anaknya menyaksikan bahwa Syiahlah yang telah membunuh mereka.

4.Golongan Syiah Kufah sendiri mengakui merekalah yang membunuh di samping menyatakan penyesalan mereka dengan meratap dan berkabung kerana kematian orang-orang yang dibunuh oleh mereka.

Mahkamah di dunia ini menerima keempat-empat perkara yang tersebut tadi sebagai bukti yang kukuh dan jelas menunjukkan siapakah pembunuh sebenar di dalam sesuatu kes pembunuhan, iaitu bila pembunuh dan yang terbunuh berada di suatu tempat, ada orang menyaksikan ketika mana pembunuhan itu dilakukan. Orang yang terbunuh sendiri menyaksikan tentang pembunuhnya dan kemuncaknya ialah pengakuan pembunuh itu sendiri. Jika keempat-empat perkara ini sudah terbukti dengan jelas dan diterima oleh semua mahkamah sebagai kes pembunuhan yang cukup bukti-buktinya, maka bagaimana mungkin diragui lagi tentang pembunuh- pembunuh Sayyidina Husain itu ?

II. BUKTI-BUKTI SOKONGAN

Walaubagaimanapun kita akan mengemukakan lagi beberapa bukti sokongan supaya lebih menyakinkan kita tentang golongan Syiah itulah sebenarnya pembunuh Sayyidina Husain. Di antaranya ialah :

1. Tidak sukar untuk kita terima mereka sebagai pembunuh Sayyidina Husain apabila kita melihat kepada sikap mereka yang biadap terhadap Sayyidina Ali dan Sayyidina Hasan sebelum itu. Begitu juga sikap mereka yang biadap terhadap orang-orang yang dianggap oleh mereka sebagai Imam selepas Sayyidina Husain. Bahkan terdapat banyak pula bukti yang menunjukkan merekalah yang bertanggungjawab terhadap pembunuhan beberapa orang Imam walaupun mereka menuduh orang lain sebagai pembunuh Imam- imam itu dengan menyebar luaskan propaganda- propaganda mereka terhadap tertuduh itu.

Di antara kebiadapan mereka terhadap Sayyidina Ali ialah mereka menuduh Sayyidina Ali berdusta dan mereka pernah mengancam untuk membunuh Sayyidina Ali. Bahkan Ibnu Muljim yang kemudiannya membunuh Sayyidina Ali itu juga mendapat latihan serta didikan untuk menentang Sayyidina Utsman di Mesir dan berpura-pura mengasihi Sayyidina Ali. Dia pernah berkhidmat sebagai pengawal Sayyidina Ali selama beberapa tahun di Madinah dan Kufah.

Di dalam Jilaau Al' Uyun disebutkan bahawa Abdul Rahman Ibn Muljim adalah salah seorang daripada kumpulan yang terhormat yang telah dikirimkan oleh Muhammad bin Abu Bakr dari Mesir. Dia juga telah berbai'ah dengan memegang tangan Sayyidina Ali dan dia juga berkata kepada Sayyidina Hasan, " Bahawa aku telah berjanji dengan Tuhan untuk membunuh bapamu dan sekarang aku menunaikannya. Sekarang wahai Hasan jika engkau mahu membunuhku, bunuhlah. Tetapi kalau engkau maafkan aku, aku akan pergi membunuh Muawiyah pula supaya engkau terselamat daripada kejahatannya". (Jilaau Al U'yun, ms 218)

bersambung di episode 3
Read More...

Syiah Pembunuh Sayyidina Husain Di Karbala Episode 1

Seorang tokoh Islam yang terkenal di Pakistan, Maulana Ali Ahmad Abbasi menulis di dalam bukunya "Hazrat Mu'aawiah Ki Siasi Zindagi" bahawa di dalam sejarah Islam, ada dua orang yang sungguh kontroversial. Seorang daripadanya Amirul Mukminin Yazid yang makin lama makin dimusnahkan imejnya walaupun semasa hayatnya beliau diterima baik oleh tokoh-tokoh utama di zaman itu. Seorang lagi ialah Mansor Al Hallaj. Di zamannya dia telah dihukum sebagai mulhid, zindiq dan salah seorang daripada golongan qaramithah oleh masyarakat Islam yang membawanya disalib. Amirul Mukminin Al Muqtadir billah telah menghukumkan beliau murtad berdasarkan fatwa sekalian ulama dan fuqaha' yang hidup pada waktu itu, tetapi imejnya semakin cerah tahun demi tahun sehingga akhirnya telah dianggap sebagai salah seorang ' aulia illah'.

Bagaimanapun semua ini adalah permainan khayalan dan fantasi manusia yang jauh daripada berpijak di bumi yang nyata. Semua ini adalah akibat daripada tidak menghargai dan memberikan penilaian yang sewajarnya kepada pendapat orang-orang pada zaman mereka masing-masing.

Pendapat tokoh-tokoh dari kalangan sabahat dan tabi'in yang sezaman dengan Yazid berdasarkan riwayat-riwayat yang muktabar dan sangat kuat kedudukannya menjelaskan kepada kita bahawa Yazid adalah seorang anak muda yang bertaqwa, alim, budiman, saleh dan pemimpin ummah yang sah dan disepakati kepemimpinannya. Baladzuri umpamanya dalam "Ansabu Al Asyraf" mengatakan bahawa, " Bila Yazid dilantik menjadi khalifah maka Abdullah bin Abbas, seorang tokoh dari Ahlul Bait berkata : " Sesungguhnya anaknya Yazid adalah daripada keluarga yang saleh. Oleh itu tetaplah kamu berada di tempat-tempat duduk kamu dan berilah ketaatan dan bai'ah kamu kepadanya" (Ansabu Al Asyraf, jilid 4, m.s. 4).


Sejarawan Baladzuri adalah di antara ahli sejarah yang setia kepada para Khulafa' Abbasiah. Beliau telah mengemukakan kata-kata Ibnu Abbas ini di hadapan mereka dan menyebutkan pula sebelum nama Yazid ' Amirul Mukminin'.

Abdullah Ibn Umar yang dianggap sebagai orang tua di kalangan sahabat pada masa itu pula bersikap tegas terhadap orang-orang yang menyokong pemberontakan yang dipimpin oleh Ibn Zubair terhadap kerajaan Yazid dan sikap yang begini disebut di dalam Sahih Bukhari bahawa, bila penduduk Madinah membatalkan bai'ah mereka terhadap Yazid bin Muawiyah maka Ibn Umar mengumpulkan anak pinak dan sanak saudaranya lalu berkata, " Saya pernah mendengar Rasulullah S.A.W bersabda, " Akan dipacakkan bendera untuk setiap orang yang curang (membatalkan bai'ahnya) pada hari kiamat. Sesungguhnya kita telah berbai'ah kepadanya dengan nama Allah dan RasulNya. Sesungguhnya saya tidak mengetahui kecurangan yang lebih besar daripada kita berbai'ah kepada seseorang dengan nama Allah dan RasulNya, kemudian kita bangkit pula memeranginya. Kalau saya tahu ada sesiapa daripada kamu membatalkan bai'ah kepadanya dan turut serta di dalam pemberontakan ini, maka terputuslah perhubungan di antaraku dengannya". (Sahih Bukhari -Kitabu Al Fitan)

Sebenarnya jika dikaji sejarah permulaan Islam kita dapati pembunuhan Sayyidina Husain di zaman pemerintahan Yazidlah yang merupakan fakta terpenting mendorong segala fitnah dan keaiban yang dikaitkan dengan Yazid tidak mudah ditolak oleh generasi kemudian. Hakikat inilah yang mendorong lebih banyak cerita-cerita palsu tentang Yazid diada-adakan oleh musuh-musuh Islam. Tentu sekali orang yang membunuh menantu Rasulullah s.a.w yang tersayang-dibelai oleh Rasulullah dengan penuh kasih sayang semasa hayatnya kemudian ditatang pula dengan menyebutkan kelebihan dan keutamaan-keutamaannya di dalam hadis-hadits Baginda- tidak akan dipandang sebagai seorang yang berperi kemanusiaan apalagi untuk mengatakannya seorang soleh, budiman, bertaqwa dan pemimpin umat Islam.

Kerana itulah cerita-cerita seperti Yazid sering kali minum arak, seorang yang suka berfoya-foya, suka mendengar muzik dan menghabiskan waktu dengan penari-penari, begitu juga beliau adalah orang terlalu rendah jiwanya sehingga suka bermain dengan monyet dan kera, terlalu mudah diterima oleh umat Islam kemudian.

Tetapi soalnya, benarkah Yazid membunuh Sayyidina Husain? Atau benarkah Yazid memerintahkan supaya Sayyidina Husain dibunuh di Karbala?

Selagi tidak dapat ditentukan siapakah pembunuh Sayyidina Husain yang sebenarnya dan terus diucapkan ' Yazidlah pembunuhnya' tanpa soal selidik yang mendalam dan teliti, maka selama itulah nama Yazid akan terus tercemar dan dia akan dipandang sebagai manusia yang paling malang. Tetapi bagaimana jika yang membunuh Sayyidina Husain itu bukan Yazid ? Kemanakah pula akan kita bawakan segala tuduhan-tuduhan liar, fitnah dan caci maki yang selama ini telah kita sandarkan pada Yazid itu ?

Jika kita seorang yang cintakan keadilan, berlapang dada, sudah tentu kita akan berusaha untuk membincangkan segala keburukan yang dihubungkan kepada Yazid selama ini dan kita pindahkannya ke halaman rumah pembunuh- pembunuh Sayyidina Husain yang sebenar. Apalagi jika kita seorang Ahlus Sunnah Wal Jamaah, sudah tentu dengan dengan adanya bukti-bukti yang kuat dan kukuh daripada sumber-sumber rujukan muktabar dan berdasarkan prinsip-prinsip aqidah yang diterima di kalangan Ahlus Sunnah, kita akan terdorong untuk membersihkan Yazid daripada segala tuduhan dan meletakkannya ditempat yang istimewa dan selayak dengannya di dalam rentetan sejarah awal Islam.

Sekarang marilah kita pergi ke tengah-tengah medan penyelidikan tentang pembunuhan Sayyidina Husain di Karbala bersama-sama dengan sekian ramai ahli keluarganya.

PEMBUNUH SAYYIDINA HUSAIN ADALAH SYIAH KUFAH

Terlebih dahulu kita akan menyatakan dakwaan kita secara terus terang dan terbuka bahawa pembunuh Sayyidina Husain yang sebenarnya bukanlah Yazid tetapi adalah golongan Syiah Kufah.

Dakwaan ini berdasarkan beberapa fakta dan bukti-bukti daripada sumber-sumber rujukan sejarah yang muktabar. Kita akan membahagi-bahagikan bukti-bukti yang akan dikemukakan nanti kepada dua bahagian :

(1) Bukti-bukti utama
(2) Bukti-bukti sokongan

I. BUKTI-BUKTI UTAMA

Dengan adanya bukti-bukti utama ini, tiada mahkamah yang dibangunkan untuk mencari kebenaran dan mendapatkan keadilan akan memutuskan Yazid sebagai pesalah dan sebagai penjenayah yang bertanggungjawab di dalam pembunuhan Sayyidina Husain. Bahkan Yazid akan dilepaskan dengan penuh penghormatan dan akan terbongkarlah rahsia yang selama ini menutupi pembunuh-pembunuh Sayyidina Husain yang sebenarnya di Karbala.

Bukti pertamanya ialah pengakuan Syiah Kufah sendiri bahawa merekalah yang membunuh Sayyidina Husain. Golongan Syiah Kufah yang mengaku telah membunuh Sayyidina Husain itu kemudian muncul sebagai golongan "At Tawwaabun" yang kononnya menyesali tindakan mereka membunuh Sayyidina Husain. Sebagai cara bertaubat, mereka telah berbunuh-bunuhan sesama mereka seperti yang pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi sebagai pernyataan taubatnya kepada Allah kerana kesalahan mereka menyembah anak lembu sepeninggalan Nabi Musa ke Thur Sina.

Air mata darah yang dicurahkan oleh golongan "At Tawaabun" itu masih kelihatan dengan jelas pada lembaran sejarah dan tetap tidak hilang walaupun cuba dihapuskan oleh mereka dengan beribu-ribu cara.

Pengakuan Syiah pembunuh-pembunuh Sayyidina Husain ini diabadikan oleh ulama-ulama Syiah yang merupakan tunggak dalam agama mereka seperti Baaqir Majlisi, Nurullah Syustri dan lain-lain di dalam buku mereka masing-masing. Baaqir Majlisi menulis :

"Sekumpulan orang-orang Kufah terkejut oleh satu suara ghaib. Maka berkatalah mereka, " Demi Tuhan! Apa yang telah kita lakukan ini tak pernah dilakukan oleh orang lain. Kita telah membunuh "Ketua Pemuda Ahli Syurga" kerana Ibn Ziad anak haram itu. Di sini mereka mengadakan janji setia di antara sesama mereka untuk memberontak terhadap Ibn Ziad tetapi tidak berguna apa-apa". (Jilaau Al'Uyun, m.s. 430)

Qadhi Nurullah Syustri pula menulis di dalam bukunya Majalisu Al'Mu'minin bahawa selepas sekian lama (lebih kurang 4 atau 5 tahun) Sayyidina Husain terbunuh, ketua orang-orang Syiah mengumpulkan orang-orang Syiah dan berkata, " Kita telah memanggil Sayyidina Husain dengan memberikan janji akan taat setia kepadanya, kemudian kita berlaku curang dengan membunuhnya. Kesalahan kita sebesar ini tidak akan diampunkan kecuali kita berbunuh-bunuhan sesama kita ". Dengan itu berkumpullah sekian ramai orang-orang Syiah di tepi Sungai Furat sambil mereka membaca ayat yang bermaksud, " Maka bertaubatlah kepada Tuhan yang telah menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu ". (Al Baqarah :54). Kemudian mereka berbunuh-bunuhan sesama sendiri. Inilah golongan yang dikenali dalam sejarah Islam dengan gelaran "At Tawaabun".

Sejarah tidak melupai dan tidak akan melupai peranan Syits bin Rab'ie di dalam pembunuhan Sayyidina Husain di Karbala. Tahukah anda siapa itu Syits bin Rab'ie? Dia adalah seorang Syiah pekat, pernah menjadi duta kepada Sayyidina Ali di dalam peperangan Siffin, sentiasa bersama Sayyidina Husain. Dialah juga yang menjemput Sayyidina Husain ke Kufah untuk mencetuskan pemberontakan terhadap kerajaan pimpinan Yazid, tetapi apakah yang telah dilakukan olehnya?

Sejarah memaparkan bahawa dialah yang mengepalai 4,000 orang bala tentera untuk menentang Sayyidina Husain dan dialah orang yang mula-mula turun dari kudanya untuk memenggal kepala Sayyidina Husain. (Jilaau Al'Uyun dan Khulashatu Al Mashaaib, m.s. 37)

Adakah masih ada orang yang ragu-ragu tentang Syiahnya Syits bin Rab'ie dan tidakkah orang yang menceritakan perkara ini ialah Mulla Baaqir Majlisi, seorang tokoh Syiah terkenal ? Secara tidak langsung ia bermakna pengakuan daripada pihak Syiah sendiri tentang pembunuhan itu.

Lihatlah pula kepada Qais bin Asy'ats ipar Sayyidina Husain yang tidak diragui tentang Syiahnya tetapi apa kata sejarah tentangnya? Bukankah sejarah mendedahkan kepada kita bahawa itulah orang yang merampas selimut Sayyidina Husain dari tubuhnya selepas selesai pertempuran ? (Khulashatu Al Mashaaib, m.s. 192)

Selain daripada pengakuan mereka sendiri yang membuktikan merekalah sebenarnya pembunuh- pembunuh Sayyidina Husain, kenyataan saksi-saksi yang turut serta di dalam rombongan Sayyidina Husain sebagai saksi-saksi hidup di Karbala yang terus hidup selepas peristiwa ini juga membenarkan dakwaan ini termasuk kenyataan Sayyidina Husain sendiri yang sempat dirakamkan oleh sejarah sebelum beliau terbunuh. Sayyidina Husain berkata dengan menujukan kata-katanya kepada orang- orang Syiah Kufah yang siap sedia bertempur dengan beliau :

"Wahai orang-orang Kufah! Semoga kamu dilaknat sebagaimana dilaknat maksud- maksud jahatmu. Wahai orang-orang yang curang, zalim dan pengkhianat! Kamu telah menjemput kami untuk membela kamu di waktu kesempitan tetapi bila kami datang untuk memimpin dan membela kamu dengan menaruh kepercayaan kepadamu maka sekarang kamu hunuskan pedang dendammu kepada kami dan kamu membantu musuh-mush di dalam menentang kami" (Jilaau Al' Uyun, ms 391).
Read More...

Wednesday, November 10, 2010

Wudhuk!!! Kehebatan yang tersirat terungkai dari teropong sains.

Kita sering kali terdengar tidak ada solat tanpa wudhuk dan kenyataan ini amat jelas bahawa sahnya sesuatu solat adalah kerana wudhuknya yang menurut rukun wudhuk, sempurna serta mengikut sebagaimana cara yang telah diajar oleh baginda Nabi SAW. Ada juga yang berwudhuk hanya sekadar menurut rukun wajib dan ada juga yang menambah anggota wudhuk seperti yang melebihkan membasuh tangan hingga keparas lengan serta membasuh kaki hingga diantara kawasan lutut dan buku lali. Didlm riwayat muslim ada dinyatakan Nabi SAW bersabda sesiapa yang mampu diantara kamu maka hendaklah memanjangkan ghurrah dan tahjeelnya.

Apakah ghurrah dan tahjeelnya itu? Ghurrah membasuh muka melebihi kwsan muka yang spt biasanya dan tahjeel bermaksud membasuh tangan melebihi kwsan siku dan memasuh kaki melebihi kwsan buku lali dan lutut iaitu antara buku lali dan lutut. Tafsiran ini disebut didalam Bustanul Akhbar Mukhtasar Nailul Authar terjemahan A.Qadir Hassan etc.al (Pustaka Bina Ilmu, Surabaya). Apakah hikmahnya kita berwudhuk dengan rukun wajib, melebihkan juga kawasan-kawasan yang dinyatakan tadi? Ini adalah kerana wudhuk mempunyai rahsia kesihatan yang sangat hebat dan diluar jangkauan pengetahuan manusia dahulunya, namun dengan ilmu yang telah berkembang sedikit yang dikurniakan Allah maka rahsia wudhuk telah terjawab. Mari kita lihat satu persatu kehebatan wudhuk dan seterusnya kita semua dapat beramal.InshaAllah.

baca baki penulisan di sini

Read More...

Friday, November 5, 2010

Tahnik adalah sunnah dan kehebatannya terbukti melalui sains.

P/s: Penulisan khas untuk saudara shamsul khairi dalam menanti kunjungan tiba orang baru.

Antara perkara sunnah yang diajarkan oleh Nabi SAW apabila kita menyambut kedatangan ahli baru dalam keluarga pasangan suami isteri ialah tahnik. Apakah maksud tahnik ini?.Biarpun tahnik ini lebih dikenali sebagai membelah mulut bayi yang baru dilahirkan. Acara membelah mulut ini lebih dikenali didlm masyarakat melayu kerana ianya melambangkan kepercayaan akan membawa pelbagai rezeki, rencah kehidupan yang manis, masam, masin dan sebagainya ini adalah kerana tahnik yang dibuat oleh masyarakat melayu termasuklah menggunakan gula, garam, cincin dan sebagainya. Tahnik mulut ini adalah salah satu upacara yang di lakukan oleh masyarakat melayu selain, akikah, menyedekahkan emas seberat timbangan rambut bayi dan lain-lain lagi.



Pengenalan Tahnik mengikut pandangan sunnah.

Baca baki entri disini
Read More...

Thursday, October 28, 2010

US tidak akan berjaya di Afghanistan

Bekas pemimpin Kesatuan Soviet Mikhail Gorbachev mengatakan "mustahil" bagi pasukan gabungan untuk memperolehi kemenangan di Afghanistan dalam sebuah wawancara yang disiarkan BBC pada hari Rabu 27 oktober 2010.

Gorbachev, yang bertanggung jawab ketika pasukan Soviet berundur dari Afghanistan pada tahun 1989 selepas peperangan yang berlangsung hampir satu dekad, menambah bahawa alternatif untuk menarik keluar pasukan adalah " Vietnam yang lain" yang "tidak berfungsi".



Dia disokong oleh Presiden Amerika Syarikat, Barack Obama pada tarikh Julai 2011 untuk memulakan memanggil balik pasukan tentera dan menyerahkan tanggung jawab yang lain untuk pasukan Afghanistan, walaupun ia mengatakan ianya seakan "menyulitkan".

"Kemenangan adalah mustahil di Afghanistan. Obama telah membuat keputusan yang tepat untuk menarik pasukan tentera keluar dan tidak akan menghiraukan betapa sulitnya keadaan sedemikian," kata Gorbachev kepada BBC.

"Ini akan lebih sukar bagi Amerika untuk keluar dari situasi ini, namun apakah alternatifnya?. selain Vietnam? Menghantar setengah juta tentera? Itu pasti tidak akan berjaya," tambah Gorbachev.

AS dan NATO mempunyai lebih dari 150,000 tentera di Afghanistan yang memerangi rintangan yang dipimpin oleh orang-orang Afghanistan tertumpu di selatan dan juga telah merebak ke seluruh bahagian Afghanistan


AbuHusna
Read More...

Sunday, October 24, 2010

Apakah terjadinya penyatuan Sunnah dan Syiah?

Pendekatan Sheikh Yousuf Al Qaradhawi untuk memulihkan hubungan antara fahaman sunnah dan syiah telah diketahui umum beberepa lama tahun yang lalu. Pendekatan yang pedas tapi jujur, ringkas tapi mantap, panas tapi ikhlas dan berapi tapi beralas seakan tidak diendahkan oleh puak-puak fahaman dajjal syiah yang saban hari memaki hamun serta caci mencaci sahabat-sahabat Nabi SAW yang dikasihi. Adakah percapaian sepakat mampu dijanakan oleh Sheikh Yousuf Al Qaradhawi ini?...


Syiah saban hari semakin rakus dengan fahaman ekstrimisnya yang taksub dan teruja jika tampuk pemerintahan khulafa selepas kewafatan Nabi SAW diserahkan kepada Ali r.h. saban tahun yang lalu. Walhal segalanya hanyalah tinggalan sejarah serta telah berlalu ditelan zaman dan tahun ketaksuban serta dendam yang menyala membakar tubuh, menyesatkan jiwa dan iman, sentimen-sentimen ketidakpuas hatian ini terus menjadi isu utama puak-puak dajjal syiah ini serta dijadikan fahaman kepercayaan didalam rukun penganut syiah.

Mampukah penyatuan antara sunnah dan syiah ini berlaku? Tidak!! sesekali tidak, penyatuan ini tidak akan berlaku sekiranya dajjal syiah ini masih mengatakan bahawa Al Quran yang mereka yakin adalah kalamullah, serta saban hari mereka membacanya namun masih menganggap bahawa ini bukanlah Al-Quran yang sebenar dan Al-Quran sebanar adalah 2 kali ganda daripada yang sedia ada selain masih tidak lengkap. Mereka juga turut mengatakan bahawa surah Al-Ahzab yang mempunyai 73 ayat dalam juz 22 adalah 2 kali ganda isi kandungan yang sedia ada.

Penyatuan ini tidak akan menjadi kenyataan jika puak dajjal syiah ini masih menjadikan ritual mencaci serta mengherdik sahabat-sahabat ini terus menjadi kepercayaan utama didalam fahaman mereka serta menjadikan sentimen provokasi bahawa berlakunya konspirasi pemilikan kuasa khulafa selepas kewafatan Nabi SAW yang sepatutnya adalah Ali bukannya Abu Bakr terus dilaungkan, maka penyatuan antara sunnah dan syiah hanyalah omongan kosong yang tidak mencapai persetujuan sejagat. Telah dinyatakan oleh sesetengah golongan syiah ini kepada Sheikh Al Ghazali bahawa Ali lah lebih layak memerintah berbanding Abu Bakr, Umar dan Uthman. Walaupun, kesemua sahabat ini termasuklah Ali telah tiada dan telah menjadi sejarah buat kita semua namun inilah yang sering dijadikan isu utama puak-puak dajjal syiah ini.

Sejarah tidak pernah berbohong sebagaimana terpahat oleh pautan sejarah iaitu Athusi diwaktu Mongol melanggar Baghdad, dia(Athusi) yang membuka kota Baghdad serta menjatuhkan kerajaan Baghdad, dialah(Athusi) kepala syiah ketika itu. Bukanlah Saddam Hussein itu seorang yang baik bahkan dialah penjenayah. Dia menjadi penjenayah disebabkan persengkongkolannya dengan dajjal amerika yang telah memberi duit, senjata serta kuasa sehingga menyebabkan dia merasakan dirinya besar untuk membunuh orang lain. Namun, setelah hari-hari ynag berlalu kesedaran timbul dalam dirinya untuk melawan dajjal amerika maka dajjal amerika mengungkit kembali setiap jenayah beliau(Saddam Hussein).

Kesempatan inilah yang diambil oleh puak-puak dajjal syiah ini untuk berpakat serta membunuh Saddam Hussein. Tidak akan berlakunya pembunuhan Saddam Hussein oleh puak syiah jika tidak dibantu oleh syaitan amerika ini. Dengan mengambil waktu hari raya untuk membunuh Saddan Hussein demi menimbulkan kemarahan umat islam.

Suka penulis nyatakan disini bahawa dajjal amerika itu tidak sesekali akan menyerang Iran!!!! sehinggalah kehari ini walaupun isu nuklear Iran serta tohmahan Singa Islam Iran iaitu Ahmadineejad(keturunan yahudi)klik disini mengherdik, menyindir serta menuduh dajjal amerika inilah pencetus peristiwa 9/11 di Washington, namun kekuatan, serta kehebatan ketenteraan dajjal amerika masih sunyi, kaku membisu tanpa sebarang bedilan keatas Iran. Kerana Apa?...kerana amerika tahu dajjal syiah Iran ini adalah sekutu mereka dan isu nuklear tersebut adalah lakonan semata-mata!!!dajjal amerika dan dajjal syiah ini adalah sama!!!!!

Maka oleh yang demikian, penyatuan sunnah dan syiah tidak akan terjadi sama sekali kerana puak-puak dajjal syiah ini tidaklah sama dengan golongan sunnah yang kasih dn cintakan Nabi SAW serta sahabat-sahabat, membenarkan Al-Quran serta patuh sebagaimana asal yang diwahyukan dan diturunkan kepada Nabi SAW.
Wallahualam.

P/s:bersambung pada bahagian ke2

Tinta,
Abu Husna.
Tidak akan sama Sunnah dan Syiah
Read More...

PENGENALAN AJARAN DAJJAL SYIAH.

Artikel ini bertujuan untuk memberi maklumat dan penjelasan kepada masyarakat khususnya umat islam mengenai fahaman Syiah supaya mereka menjauhi dan tidak terpengaruh dengan fahaman tersebut dan juga bertujuan untuk menyedarkan mereka yang terbabit bahawa fahaman Syiah adalah bercanggah dengan ajaran Islam yang sebenar."


Apakah SYIAH?

Syiah ialah golongan yang mendakwa Saidina Ali r.h lebih utama daripada sahabat-sahabat lain dan mereka mengkafirkan kesemua sahabat kecuali beberapa orang sahaja. Inilah perkara pokok yang membezakan golongan Syiah daripada golongan-golongan yang lain. Terdapat beberapa aliran di dalam Syiah itu sendiri tetapi pada dasarnya masing-masing mempunyai konsep yang sama yang dinyatakan di atas iaitu mengkafirkan sahabat. Artikel ini akan memberikan tumpuan kepada Syiah Imamiyyah Ithna Asyariyyah (Syiah Imam 12) kerana kekeliruan yang timbul di dalam masyarakat sekarang ini ialah berhubung dengan Syiah Imamiyyah Ithna Asyariyyah. Syiah inilah yang dipertikaikan oleh para ulama di setiap tempat pada hari ini. Ramai bilangan penganutnya dan fahaman ini agak popular terutamanya selepas tercetusnya revolusi Iran.

Siapa SYIAH IMAMIYYAH ITHNA ASYARIYYAH

Syiah Imamiyyah Ithna Asyariyyah ialah Syiah dikatakan mempunyai 12 orang imam yang dilantik oleh Allah secara berturutan seperti yang dinyatakan dibawah ini:-

1.Ali bin Abi Talib (wafat 40 H)
2. Hasan bin Ali (wafat 50 H)
3. Husain bin Ali (wafat 61 H)
4. Ali Zainal Abidin bin Husain (wafat 94 H)
5. Muhammad al-Baqir bin Ali Zainal Abidin (wafat 117 H)
6. Jafar as-Sadiq bin Muhammad al-Baqir (wafat 148 H)
7. Musa al-Kazim bin Jafar as-Sadiq (wafat 183 H)
8. Ali ar-Ridha bin Musa Kazim (wafat 202 H)
9. Muhammad al-Jawaad bin Ali ar-Ridha (wafat 220 H)
10. Ali bin Muhammad al-Jawaad (wafat 254 H)
11. Hasan bin Ali al-Askari (wafat 260 H)
12. Muhammad bin Hasan al-Askari al-Mahdi (ghaib 260 H)

Tegasan:- "Individu yang dikatakan Imam oleh golongan Syiah sebenarnya tidak pernah mengaku menjadi imam atau mengajar segala ajaran yang dipegang oleh Syiah. Mereka diangkat sebagai Imam oleh golongan Syiah sebagaimana orang Kristian mengangkat Nabi Isa a.s. sebagai anak tuhan (walhal Nabi Isa a.s. sendiri tidak pernah mengaku menjadi anak tuhan)."

AMALAN-AMALAN DAN AJARAN SYI`AH YANG BERTENTANGAN DENGAN AGAMA DAN FITRAH MANUSIA. (Bersumberkan Kitab-Kitab Syiah)

  • Imam Ja’far as-Sadiq berkata: “Pada tanah perkuburan Husain a.s. terdapat penawar daripada segala penyakit dan ia adalah ubat yang paling besar.” (Man La Yahdhuru al-Faqih j.2 hal. 600, Tahzib al-Ahkam j.2 hal. 26)
  • Abu Hasan a.s. berkata: “Aurat itu ada dua iaitu qubul (kemaluan) dan dubur, dubur ditutup oleh dua papan punggung, apabila telah ditutup kemaluan dan dua telurnya maka auratnya telahpun ditutup.” (Al-Furu’ min al-Kaafi j.6 hal.51, Tahzib al-Ahkam j.1 hal. 374)
  • Imam Hassan al-Askari berkata: “Sesungguhnya ibu-ibu kami tidak mengandungkan kami para imam di dalam perut mereka tetapi dipinggang dan kami dilahirkan bukan melalui rahim tetapi melalui paha sebelah kanan kerana kami adalah titisan cahaya Allah yang bersih dan dijauhkan daripada sebarang kotoran.” (Bihar al-Anwar j. 51 hal. 2, 13, dan 17, I`lam al-Wara hal. 394)
  • Khomeini berfatwa: “Mengikut pendapat yang kuat dan masyhur harus menyetubuhi isteri pada dubur walaupun hal itu tidak disukai.” (Tahrir al-Wasilah masalah ke 11 hal. 241) *Abu Hasan bertanya Ja’far as-Sadiq tentang menyewa faraj, meminjamnya dan menghadiahkan kepada sahabat-sahabat lalu beliau berkata: “Tidak mengapa.” (Al Istibsar j. 3 hal. 141)
  • Memenuhi kehendak syahwat seperti meraba dengan penuh syahwat, memeluk, mengacukan kemaluan ke paha kanak-kanak termasuk ke paha bayi yang masih menyusu adalah diharuskan. (Khomeini, Tahrir al-Wasilah j. 2 hal. 216)
  • Tafsiran pelik Syi’ah antaranya ayat 19,20 surah ar-Rahman yang bermaksud: “Dia biarkan air dua laut (yang masin dan yang tawar) mengalir, sedang keduanya pula bertemu, Di antara keduanya ada penyekat yang memisahkannya, masing-masing tidak melampaui sempadannya”. Imam tafsir Syi’ah Ali bin Ibrahim al-Qummi menukilkan riwayat daripada Ja’far as-Sadiq, katanya: “Ali dan Fatimah adalah dua laut yang dalam salah satu tidak melampaui satu lagi”. (Tafsir al-Qummi jil. 2 hal.345)

SIMPTOM-SIMPTOM ORANG YANG TELAH DIPENGARUHI OLEH SYIAH

Ciri-ciri di bawah adalah sebahagian dari petanda seseorang yang menganut ajaran Syiah. Berwaspadalah jika anda dapati tanda-tanda sebegini ini tampak mula kelihatan pada orang-orang yang anda sayang.
  1. Sentiasa memuja Sayyidina Ali dan melebihkan beliau daripada Sayyidina Abu Bakar & Umar
  2. Memperlekeh dan memandang rendah kepada sahabat-sahabat Nabi s.a.w.
  3. Sering menghimpunkan (jamak) sembahyang Zuhur bersama Asar dan Maghrib bersama Isya’ tanpa sebarang sebab.
  4. Kaki tidak dibasuh ketika berwuduk sebaliknya hanya disapu sahaja.Sujud di atas batu Karbala ketika solat.
  5. Menepuk paha ketika memberi salam sesudah sembahyang.
  6. Tidak mahu makan ikan yang tidak bersisik.
  7. Melewatkan berbuka puasa sehingga hampir waktu Isya’.
  8. Memarahi orang yang puasa Asyura.
  9. Sering memperkatakan tentang keperluan kepada imam zaman ini (imam mahdi).
Fatwa Syiah:


P/s: Syiah dn Sunnah tidak akan boleh sama!!!

Wallahulam.


Tinta,
AbuHusna

Maklumat lanjut berkaitan faham dajjal syiah ini layari…
1. www.islam.gov.my/e-rujukan/syiah.html
2. www.tenteradajjal.blogspot.com
3. www.hakekat.com

Read More...

Monday, October 18, 2010

Penularan Revolusi Fahaman Dajjal

Inilah yang dikatakan pegangan ahli sunnah yang yang menjadi prinsip pegangan serta ikutan yang jauh dari persimpangan aqidah sebenar serta tertolak dari syariat Islam. Namun ketaksuban dalam beragama serta diada-adakan sesuatu yang bukan daripada kehendak agama adalah sesuatu yang tertolak sebagaimana hadis Dari Aisyah r.a katanya: Rasullullah SAW bersabda:
"Brg siapa yg mengada2kan dlm pekerjaanku ini(dlm agama) apa yg tiada di dlmnya,maka ia ditolak, sahih bukhari no. 1250




Ketaksuban anak-anak muda ini telah menjadi sesuatu keraguan serta kegusaran kita apabila yang haq dan yang batil berada dalam satu kepompong yang bakal mengakibatkan bencana yang mampu merosakkan aqidah sekiranya perkara ini tidak dipandang serius oleh mereka-mereka yang bertanggungjawab. Penularan fahaman dajjal syiah ini telah menular masuk ke malaysia seperti cendawan mekar yang ditumbuh dini hari. Dimanakah kita yang sering memperjuangkan aqidah sunnah wal jamaah, yang menuduh orang itu ini wahabi?...ayuh bangunlah selamatkan generasi yang suci dari kekotoran fakta serta pegangan syariat sebenar berteraskan Al Quran dan Sunnah.

Perjuangan konspirasi dajjal ini telah mendapat tempat saban hari dimata masyarakat umat islam dengan revolusi islam yang telah dipandang oleh masyarakat dunia sebagai paksi yang mampu menzahirkan islam yang sebenar walhal mereka inilah dajjal sebelum timbulnya dajjal yang akan menyesatkan lagi tersesat kelak. kelantangan penulis-penulis dajjal syiah ini telah mendapat tempat dengan karya yang tidak bertepatan dengan sumber rujukan asal agama iaitu AlQuran dan Sunnah.



Ayuh bangunlah selamatkanlah diri kita serta seluruh umat yang hari ini mencari agama sebenar demi tujuan hidup yang kekal abadi di kampung akhirat kelak. wallhualam.

Setiap perkataan yang terbaik adalah kalamullah dan setiap perbuatan adalah mengikut cara Nabi Muhammad SAW dan setiap apa yang diadakan -adakan itu adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah sesat dan setiap kesesatan itu adalah neraka. (Bukhari,Nasaei)

AbuHusna
Read More...

Wednesday, October 13, 2010

Ribuan Warga Syi'ah Wuquf di Karbala


Sumber-sumber berita rasmi Iraq menyatakan bahawa ribuan warga Syi'ah dari Iran dan negara-negara Teluk melaksanakan wuquf di Karbala, sebagai pengganti wuquf di Arafah.

Najah Al-Balaghi, Ketua Administrasi Bandara Nejef, menyampaikan, "Ribuan pengikut Syi'ah datang dari negara-negara Teluk dan Iran untuk mengadakan upacara agama kononya dalam sesi kunjungan di makam Imam Husain di Karbala, Selatan Baghdad." beliau mengatakan " minggu ini jumlah mereka telah mencapai 6235 org dari Teluk dan sekitar 7000 orang dari Iran."



Al-Balaghi juga menegaskan bahwa jumlah pengunjung ini akan bertambah, menunggu pesawat yang biasa membawa mereka ke Nejef. Dalam sehari rata-rata ada penerbangan berasal dari Dubai, Bahrain, Lebanon dan Syiria. Sebelumnya hanya ada dua kali penerbangan dalam seminggu. Penerbangan ke Teheran dan Masyhad (lokasi syahidnya Husain) dari satu sampai empat kali penerbangan dalam seminggu.

Tokoh Reformasi Syi'ah, Huda Ahmed, Wakil dari Mursyid Ali Khamenei, dari kota Masyhad menyerukan untuk menjadikan Masyhad itu sebagai kiblat kaum muslimin, menggantikan kota Mekah. Dia juga mengajak untuk meninggalkan rukun Islam kelima iaitu haji ke Baitullah.

Perwakilan Khamenei ini menyatakan bahwa "Makam Imam Ridha berada di Masyhad, maka ia pun menjadi tempat yang tepat bagi seluruh umat Islam. Sementara tempat-tempat lain, telah menjadi tawanan orang-orang yang sombong." Ia menambahkan, "Tanah Hijaz telah menjadi tawanan kelompok Wahabi," .

Huda menunjukkan bahwa Masyhad ini setiap tahun dikunjungi oleh 800 ribu pengunjung dari luar negeri dan dan 20 juta pengunjung dari dalam negeri Iran sepanjang tahun.. Dia menegaskan bahwa Masyhad adalah ibukota spiritual dan keagamaan, bahkan sebelum adanya makam Imam Ridha, imam Syi'ah yang kedelapan, di dalamnya.

Iran Ingin Mengawal Tempat-tempat Suci di Arab Saudi

Ahli Strategi Mesir dan mantan panglima perang, Hussam Sweilem mengungkapkan bahwa, Iran ingin mengawal tempat-tempat suci di Arab Saudi. Ia menyatakan, bahwa usaha "tashdir tsaurah" (ekspor revolusi) Iran memiliki pembahagian tersendiri di Kementerian Luar Negeri Iran yang bekerja secara sistematis. Mereka telah masuk ke kawasan Eritrea yang miskin, dan sedang menuju ke gerbang laut merah yang mengawal terusan Suez. Dari sini Iran dapat mengancam Yaman dan Arab Saudi dan meneruskan persenjataannya ke Sudan dan Mesir. Oleh karena itu ia membuat sebuah pangkalan militan dan kilang minyak di Eritrea."

Husam menambahkan, "Kami tahu apa yang harus dilakukan Houthi di Yaman dekat perbatasan Saudi-Yaman untuk melayani Iran dan mewujudkan tujuannya dalam mengendalikan tempat-tempat suci di Arab Saudi."

Seorang Peneliti Arab Saudi yang berada di Inggris, Aid Bin Saad Al-Dusari, sebelumnya telah membongkar adanya usaha untuk mengotori Ka'bah dengan darah para jamaah haji untuk memunculkan "Imam Mahdi" versi Syi'ah.

Al-Dusari juga menjelaskan, serangan Syi'ah ini adalah bagian dari persiapan untuk revolusi Mahdi dan pembebasan Mekah dan Madinah dari "orang musyrik," menurut mereka. (Sn/im)

Tinta,
Abu Husna




Read More...

Dewan Ulama Senior Saudi: Yang Menghina Isteri dan Sahabat Nabi SAW, Kafir!


Dewan Ulama Senior Saudi Sabtu lalu telah mengeluarkan pernyataan yang menjelaskan barang siapa yang menghina isteri-isteri Nabi Muhammad SAW atau sahabat-sahabat Nabi SAW sebagai "orang kafir" dan melarang menghina tokoh-tokoh umat Islam yang dimuliakan.

Pernyataan tersebut, ditandatangani oleh semua anggota dewan, dipimpin oleh kerajaan Mufti besar kerajaan Syaikh Abdul Aziz Al al-Syaikh, memperingatkan bahwa menghina isteri Nabi SAW atau sahabat2 Nabi SAW adalah serangan langsung terhadap Islam.

"Menghormati keluarga Nabi SAW dan sahabat2 Nabi SAW merupakan sebahagian dari Islam dan mereka yang tidak mematuhi ini bukan muslim," kata pernyataan tersebut.



Pernyataan itu mengutip ayat-ayat dari Al-Quran yang menunjukkan kewajiban menghormati isteri-isteri Nabi Muhammad SAW.

Karena ada beberapa ayat dalam Al-Quran menceritakan secara tidak langsung tentang isteri Nabi SAW Ummul Mukminin Aisyah r.ha dan dirinya patut untuk dihormati dan sesiapa yang menghina isteri Nabi SAW bererti telah melanggar perintah Al-Quran dan dengan demikian mereka telah menjadi orang kafir," menurut pernyataan itu.

Pernyataan itu juga membawa maksud yang sama kepada sahabat2 Nabi SAW kerena keakraban mereka dengan Nabi Muhammad SAW dan wajib untuk umat Islam menghormati sahabat2 Nabi SAW itu.

Pernyataan tersebut dipetik setelah mengambil kira insiden ketikamana Nabi SAW ditanya tentang perempuan yang paling dekat dalam hatinya dan Nabi SAW menjawab, Aisyah. Ketika ditanya tentang lelaki yang terdekat, Nabi SAW menjawab "Ayahnya iaitu (ayahnya Aisyah, Abu Bakar)."

Pernyataan dewan ulama senior Saudi ini datang setelah beberapa insiden di mana ulama Syi'ah semakin memperlihatkan kebiadapan mereka terhadap Aisyah r.ha dan sahabat2 Nabi SAW. Yang terakhir ialah insiden dimana ulama Syi'ah Yassir Habib yang kewarganegaraannya telah mansuhkan.

Pernyataan tersebut juga menunjuk Aisya r.ha sebagai "Ummul Mukminin," ini adalah kerana beliau memiliki pengetahuan yang mendalam dalam urusan agama dan didalam sejarah Aisyah r.ha dianggap sebagai salah seorang yang paling berpengetahuan di mana para sahabat2 Nabi SAW sering meminta nasihatnya.

"Jumlah hadis Nabi SAW yang disampaikan oleh Aisya r.ha adalah yang terbanyak di antara kesemua isteri2 Nabi SAW," kata pernyataan itu.

Pernyataan itu juga menyebutkan kejadian di mana Aisya r.ha telah dituduh berzina sehingga turun beberapa ayat Al-Quran ke atas Nabi Muhammad SAW untuk menyatakan dengan tegas bahwa Aisyah r.ha tidak bersalah serta menetapkan aturan untuk membuktikan pertuduhan seperti itu, ianya haruslah memiliki empat orang saksi.


Sumber:http://www.eramuslim.com/berita/dunia/dewan-ulama-senior-saudi-yang-menghina-istri-dan-sahabat-nabi-kafir.htm


Tinta,
Abu Husna
Read More...

Friday, October 8, 2010

Itik pulang petang

Kelibat manusia yang sering diwaktu paginya keluar mencari rezeki dengan niat kerana Allah InshaAllah akan beroleh kebaikan dan ganjaran pahala kerana dengan niat yang baik setiap perbuatan itu menjadi ibadah serta mendapat keredhaan Allah.

Firman Allah dlm suratul Al zalzala: 7~8
Maka sesiapa berbuat kebajikan seberat zarah, nescaya akan dilihatnya (dalam surat amalnya)(7) Dan sesiapa berbuat kejahatan seberat zarah, nescaya akan dilihatnya (dalam surat amalnya)(8)


Penulis teringat akan kisah sewaktu saya menjadi seorang jurutera di sebuah syarikat multinasional di M’sia iaitu Motorola, Png. Saya bertugas di bahagian Energy System Design (ESG). Kami buat design litar keselamatan ataupun Safety Circuit untuk bateri Walkie Talkie. Kerja ok dan memang best, tapi orang kita selalu cakap xdak life. Saya pergi pagi dan akan blk petang kalau ada conference dengan reviewer team dr USA(Lawrenceville). for sure saya balik lewat tengah malam. Malaysia pukul 8pm sana dlm 8am la...so discussion akan memakan masa selama 2,3 jam. Ada sekali tu sampai dh xdan nk solat maghrib sebab meeting start awal dlm kul 7pm....rasa sgt2 la berdosa....astaqfirullah.

Dari jam kejam, minit ke minit, hari kehari, bulan ke bulan...cukupla 2 tahun di motorola (2007~2009). Tekad betul-betul dlm hati memang nk kuar sebab xminat keja sbg jurutera ni, tetapi keja disitu memang best dan sesuai bagi yang betul-betul minat serta mampu menggalas tanggungjawab serta mampu menghadapi cabaran di industri. Bagi graduan-graduan yang lepasan ijazah sarjana muda, motorola adalah salah satu platform yang baik untuk memulakan kerjaya anda walaupun adakalanya kita akan menjadi spt itik yang pulang petang.

Kisah ini hanyalah berkisah tentang diri saya sahaja dan tidak ada kaitan dengan mana individu atau sesiapa sahaja samada yang masih hidup, meninggal dunia, yang bekerja diindustri ataupun sebaliknya. Sekadar penulisan yang mampu dikongsi bersama.


Tinta,
Abu Husna
~When the technology is the second nature~
Read More...

Semasa..

Dunia globalisasi, dunia canggih segalanya dihujung jari, segalanya telah berubah menjadikan manusia lebih hebat, berwawasan serta mampu mengubah dunia. Namun adakalanya dlm dunia yang sangat canggih ni kita sebagai manusia lupa batasan serta pergaulan kita samada bersama keluarga, org2 ilmuan, serta sahabat2 handai. Adakalanya juga pergaulan itu mengundang sesuatu yang diluar jangkaan, kebaikan yang diharapkan bertukar menjadi pergaulan yang sangat jahat, fitnah, caci mencaci serta bertukar kepada pergaduhan antara sesama muslim selain percakapan yang sangat lagha antara sesama kita.

Firman Allah:Sesungguhnya berjayalah orang-orang yang beriman. Juga mereka yang khusyuk dalam solatnya. Juga mereka yang menjauhkan diri dari yang lagha” (Surah al-Mukminun, ayat 1-3). Kata al-Imam al-Sa’di dalam tafsirnya: “Lagha itu perkataan yang tiada kebaikan dan tiada faedah”.


Saya sangat teruja dengan perubahan dunia kini, yang mana anak-anak yang masih dibawah umur juga sudah mampu bergaduh sesama sendiri, adakalanya perkataan yang tidak sedap(mencarut) didengar oleh telinga berdesup terus kelubuk hati yang terkejut. Perkataan tersebut menggambarkan sesuatu yang tidak manis dan menampakkan kelemahan hubungan serta suasana didalam keluarga atau warga rumah anak2 tersebut. Alangkah mudahnya pengaruh luar memasuki kedlm kehidupan kita yang menjadikan anak2, serta diri kita sendiri mangsa kepada globalisasi ini.

walaupun keadaannya yg sedemikian,jutaan manusia menghuni bumi, alhamdulillah saya terjumpa 3 sahabat yang saya amat kenali dan sangat teruja kerana mereka2 ini tidak tahu dan saya tidak pernah mendengar perkataan mencarut yang keluar dari mulut mereka. Subhanallah, adakah ini kebetulan??...atau hanya kebetulan yang dirancang, kebetulan yang mana mereka tidak hiraukan globalisasi yang mengubah etika berpakaian, makanan, sosial serta tatasusila sesama insan….

Antara lain peringatan Allah juga dalam suratul hujrat:11
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah sesuatu puak (dari kaum lelaki) mencemuh dan merendah-rendahkan puak lelaki yang lain, (kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka dan janganlah pula sesuatu puak dari kaum perempuan mencemuh dan merendah-rendahkan puak perempuan yang lain, (kerana) harus puak yang dicemuhkan itu lebih baik daripada mereka dan janganlah setengah kamu menyatakan keaiban setengahnya yang lain dan janganlah pula kamu panggil-memanggil antara satu dengan yang lain dengan gelaran yang buruk. (Larangan-larangan yang tersebut menyebabkan orang yang melakukannya menjadi fasik, maka) amatlah buruknya sebutan nama fasik (kepada seseorang) sesudah dia beriman dan (ingatlah), sesiapa yang tidak bertaubat (daripada perbuatan fasiknya) maka merekalah orang-orang yang zalim

Tinta,
Abu Husna
P/s:khas utk sahabat yg dirahsiakan namanya demi mengelakkan riak.
Read More...

Wednesday, September 8, 2010

Yang tersirat disebalik Sinari Lebaran

Iklan Sinari Lebaran yang ditayangkan di TV3 mengundang pelbagai spekulasi dari banyak pihak. Berlatarbelakangkan hari raya Aidlifitri, namun terdapat beberapa unsur iluminati di situ.

Terlepas untuk menonton kerana TV3 telah menarik balik iklan tersebut,tonton disini




Marilah kita bersama merungkaikan apakah makna tersirat iklan tersebut, penulis lampirkan jawapan kepada makna tersirat yang mengundang spekulasi itu. Nilailah dengan secara ilmiah serta berlapang dadalah dalam setiap keputusan yang dibuat.



Sudah menjadi sinonim apabila tiba musim perayaan tidak kira apa juga perayaan pastinya stesyen rangkaian terrkemuka Malaysia, TV3 akan mempromosikan iklan raya yang acap kalinya mendapat sambutan hangat serta komen yang memberangsangkan oleh para penonton tidak kira umur, jantina, bangsa, muda, tua dan sebagainya. Namun bagi eidulfitri yang bakal menjelma nanti TV3 tampil dengan membawakan kelainan serta diluar jangkauan terma dan syarat pengiklanan serta syariat yang digariskan Islam. Kelainan apakah yang cuba ditampilkan oleh TV3 ini? Marilah sama-sama kita menelitinya setiap apa yang tersirat disebalik Sinari Lebaran 2010 ini. Wallahualam.

Gambar 1 - Budak lelaki Melayu sedang menyelak sebuah buku bergambar, di malam hari didalam sebuah pondok buruk yang hanya beratapkan rumbia selain bertemankan sebiji mentol. Terdapat sebuah sangkar burung yang tergantung di sebelah kanan tingkap yang terbuka luas.




Maksud yang tersirat:
1.Budak lelaki Melayu - Orang Melayu
2.Buku – Bible (atau lain2)
3.Pondok Buruk Beratap Rumbia - Kemiskinan
4.Mentol Lampu - Pencerahan (Illumination) - Lucifer@Iblis
5. Tingkap Terbuka - Jalan keluar dari kemiskinan dan kemunduran

Gambar 2 - Sehelai mukasurat yang mempunyai gambar sebuah beca bewarna merah berlatarbelakangkan sebuah pokok Krismas dan North Star (Bintang Utara), menutup sehelai mukasurat lain bertulisan JAWI yang diterbalikkan (inverted).






Maksud yang tersirat:
1.Mukasurat Bergambar - Bible (Christianity)
2.Mukasurat Jawi terbalik - Al-Quran yang dihinakan
3.Beca Merah - Kenderaan Santa Claus
4.North Star - Bintang Kelahiran Horus (Dajjal)
5.Pokok Krismas - Simbol Paganisme


Gambar 3 - Keluarnya bintang-bintang kecil beraura yang membawa cahaya dari gambar beca. Budak Melayu kagum dan gembira. Bintang-bintang berterbangan keluar dari tingkap rumah buruk, lalu membentuk sebuah beca merah berlampu lip-lap dengan seorang lelaki separuh abad yang memakai songkok putih dan berambut putih. Lelaki separuh abad mempelawa budak Melayu untuk bersama-sama menaiki beca merah dan seterusnya meninggalkan pondok buruk.




Maksud yang tersirat:
1.Bintang-bintang kecil beraura - Keajaiban, kekayaan, kemahsyuran, kemodenan
2.Lelaki Rambut Putih Dan Bersongkok Putih - POPE - Ketua Agama Kristian
3.Pelawaan Menaiki Beca - Pelawaan Masuk Kristian

Gambar 4 - Budak Lelaki Melayu dengan seorang Budak Perempuan Melayu masuk ke dalam beca dan terus duduk bersandar. (kemurtadan bertambah)

Maksud yang tersirat:
1.Budak Lelaki Dan Budak Perempuan Melayu - Bangsa Melayu.

Gambar 5 - Beca terbang ke Pulau Pinang, Teluk Intan, dan Kuala Lumpur. Tempat-tempat ini bercahaya dan bersinar (illuminated) dengan kehadiran beca merah.

Maksud yang tersirat:
1.Pulau Pinang - Tempat Illuminati mula bertapak (Francis Light)
2.Teluk Intan, Hilir Perak (Anson) - Ada Illuminati Lodge kat sini. Rotary club pun bersepah.
3.Kuala Lumpur – Malaysia’s Illumination Capital

Gambar 6 - Tiba-tiba ada satu pasangan tambahan budak lelaki/perempuan melayu dalam beca.

Maksud yang tersirat:
1.Tambahan Pasangan Melayu - Murtad dan kerosakan makin berkembang dan mendapat sambutan

Gambar 7 - Beca berhenti dihadapan kondo. Kelihatan pasangan budak Melayu lagi yang memasuki beca

Maksud yang tersirat:
1. Kondo - Bandar/Middle Class. Budak kampung dah diterima oleh orang bandar. Masuk Kristian adalah segalanya kebebasan, urban, serta “cool”.




Perhatikan, mengapa perlu ada awan yang 'menyalib' setiap menara masjid ini? Masih kebetulan kah? Benarkah awan disetiap menara masjid seperti ini?





Mengapakah teratai yang dipilih didalam iklan Eidulfitri ini? Masih banyak lagi bunga yang boleh disiarkan untuk menggambarkan keceriaan. Ditengah taratai ini terdapat (pelita) seolah-olah menggambarkan agama Buddha ketika melakukan upacara keagamaan mereka.






Perhatikan, gambar ini kelihatan normal bagi sesiapa yang tidak menyedari, namun jika diteliti dengan lebih mendalam, kelihatan bintang berbucu 6 yang membawa maksud gerakan zionise.



Ingatlah, Allah berfirman dalam al-Quran: "Tidak akan pernah redha orang2 Yahudi dan Nasrani kerhadap kamu sehingga kamu menuruti telunjuk mereka" [Ch2:V120]

Adakah apa yang berlaku semuanya kebetulan?...fikirlah kita sbnrnya sedang berhadapan dengan kebangkita serta kedatangan era dajjal yang mampu mengoyah iman jika aqidah sebenar jauh dari menyimpang daripada sumber asal iaitu AlQuran dan As Sunnah (al hadis).

Read More...
Related Posts with Thumbnails
 
Related Posts with Thumbnails