Pages

Showing posts with label Illuminiti. Show all posts
Showing posts with label Illuminiti. Show all posts

Friday, January 21, 2011

Persamaan Syi'ah Dengan Yahudi Dan Nasrani

Dalam shalat, kita senantiasa memohon kepada Allah agar dikaruniakan hidayah atau petunjuk kepada Shirathal Mustaqim (jalan yang lurus). Sebuah permohonan yang paling penting dan sangat dibutuhkan oleh seorang hamba. Karenanya, seorang hamba diwajibkan berdoa kepada Allah memohon hidayah ini pada setiap rakaat dalam shalatnya, karena butuhnya dia kepada hidayah tersebut.

Hidayah yang dimaksud dalam ayat adalah petunjuk taufiq kepada jalan yang bisa menghantarkan kepada Allah dan surga-Nya. Yaitu petunjuk untuk menjalankan ajaran dien ini dengan ilmu dan amal. Bentuknya, mengetahui kebenaran dan mengamalkannya, demikian yang dijelaskan Syaikh Abdul Rahman bin Nashir bin al Sa'di dalam tafsirnya.

Jalan petunjuk ini telah ditempuh oleh para nabi, shiddiiqiin, syuhada', dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.


Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Minhaj al Sunnah jilid pertama juga menjelaskan demikian. Bahwa Shirathal Mustaqim dalam QS. Al-Fatihah: 7, mencakup dua perkara: mengetahui kebenaran dan mengamalkannya. Lalu beliau menyimpulkan, bahwa orang yang keluar dari Shirathal Mustaqim hanya mengikuti perasangka dan hawa nafsu. Inilah kondisi ahli bid'ah, di antaranya kaum Syi'ah Rafidlah.

Sesungguhnya kesesatan bersumber dari dua hal, yaitu jahil dan mengikuti hawa nafsu. Jahil adalah perilaku orang Nashrani yang meninggalkan kebenaran karena bodoh dan tersesat. Sedangkan mengikuti hawa nafsu adalah perilaku orang Yahudi yang mengetahui kebenaran lalu meninggalkannya. Karenanya, kita berdoa agar tidak dijadikan seperti mereka, ". . . bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (QS. Al Faatihah: 7)

Mereka yang dimurkai adalah orang Yahudi. Sedangkan mereka yang sesat adalah orang Nashrani. Dan Syi'ah menyerupai Yahudi dalam keburukan dan mengikuti hawa nafsu; dan menyerupai Nasrani dalam masalah ghuluw (melampai batas) dan kebodohan.

Imam Asy-Sya'bi memiliki beberapa perkataan tentang Syi'ah Rafidlah:

§ Kalau seandainya Syi'ah dari jenis binatang, ia sebagai keledainya.

§ Kalau dari jenis burung, ia sebagai burung rukham.

§ Siap membayar berapa saja pada orang yang mau membuat riwayat dusta tentang Ali.

§ Masuk Islam didasari kebencian terhadap pemeluknya.>



Kesamaan Antara Syi'ah Dengan Yahudi :

Ø Orang Yahudi mengatakan yang layak memegang kekuasaan adalah keluarga Dawud. Sedangkan kata Syi'ah; tidak layak menduduki imamah (kekuasaan) kecuali anak turun 'Ali bin Abi Thalib (Ahlul Bait).

Ø Orang Yahudi meyakini tidak ada jihad di jalan Allah sehingga al-Masih Ad-Dajjal keluar dan membawa pedang yang diturunkan di tangan dari langit. Sedangkan orang Syi'ah berkeyakinan tidak ada jihad di jalan Allah sehingga Imam Mahdi (Imam kedua belas mereka) keluar dan ada yang mengomando dari langit.

Ø Orang Yahudi mengakhirkan shalat sampai munculnya bintang-bintang. Sedangkan orang Syi'ah Rafidlah mengakhirkan shalat Maghrib sampai munculnya bintang-bintang.

Ø Mereka menyimpangkan dan merubah kitab Taurat. Sedangkan Rafidlah menyimpangkan dan merubah kitab suci Al-Qur'an.

Ø Dalam Syari'at Yahudi, wanita yang ditalak (cerai) tidak memiliki 'iddah. Begitu juga yang diterapkan orang Syi'ah dalam nikah mut'ah.

Ø Orang Yahudi tidak murni dalam mengucapkan salam kepada kaum mukminin, yaitu dengan as-sam 'alaikum (kematian atas kalian). Begitu juga perilaku Syi'ah Rafidlah terhadap kaum mukminin selain golongan mereka, khususnya Ahlus Sunnah.

Ø Orang Yahudi mengharamkan ikan yang tidak bersisik dan belut. Mereka juga mengharamkan kelinci (mermut), kancil, limpa dan biawak. Begitu juga golongan Syi'ah Rafidlah mengharamkan semua itu.

Ø Orang Yahudi mengingkari bolehnya mengusap khuf (kaos kaki/sepatu slop) dalam bersuci. Begitu juga Rafidlah.

Ø Orang Yahudi menghalalkan harta seluruh manusia selain golongan mereka, boleh menipu mereka dan menghalalkan darah mereka. Begitu juga Syi'ah Rafidlah terhadap golongan selain mereka, khususnya terhadap Ahlu Sunnah.

Ø Orang Yahudi membenci Malaikat Jibril 'alaihis salam. Mereka mengatakan: "ia musuh kami dari golongan Malaikat." Sedangkan golongan Syi'ah Rafidlah mengatakan malaikat Jibril 'alaihis salam telah salah alamat ketika menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, yang seharusnya disampaikan kepada Ali bin Abi Thalib.

Ø Orang Yahudi tidak mengakui thalaq wanita kecuali di kala haid. Begitu juga Rafidlah mengakui thalaq (perceraian) ketika si wanita dalam keadaan haid.

Ø Yahudi tidak memberikan mahar bagi pasangan wanita mereka, mereka hanya memberikan mata' pada mereka. Seperti itulah perilaku Rafidlah dalam nikah mut'ah.

Ø Mereka sedikit menceng dari kiblat dan mengangguk-angguk dalam shalat. Begitu juga Syi'ah Rafidlah.

Ø Orang yahudi dibenarkan menipu orang kafir (selain golongan mereka), kalau perlu bersikap bersikap munafik (dua muka) terhadap mereka. Begitu juga orang Yahudi yang murtad akan diperlakukan seperti orang kafir, kecuali jika dilakukan hanya untuk berpura-pura (taqiyyah) saja untuk mengelabuhi orang lain. Itulah konsep ajaran taqiyyah Syi'ah Rafidlah.


Kesamaan Syi'ah Dengan Nasrani

Nasrani meyakini kaum Hawariyun dan pengikut Nabi Isa lebih mulia dari Nabi Ibrahim dan Musa, bahkan lebih mulia dari seluruh Nabi dan rasul. Mereka juga meyakini kaum Hawariyun adalah rasul yang diajak bicara langsung oleh Allah. Bahkan mereka berkata: "Allah adalah al-Masih dan al-Masih adalah adalah anak Allah." Sedangkan Syi'ah Rafidlah meyakini imam dua belas lebih mulia dan utama daripada sahabat Muhajirin dan Anshar. Bahkan golongamn ekstrim mereka para imam lebih mulia daripada para Nabi, karena mereka memiliki sifat ketuhanan sebagaimana keyakinan kaum Nasrani terhadap al-Masih.

Nasrani meyakini bahwa agama ini diserahkan kepada para pendeta dan rahib. Halal adalah apa yang mereka halalkan, dan haram adalah apa yang meraka haramkan. Dan agama adalah apa yang mereka syari'atkan. Sedangkan kaum Syi'ah Rafidlah meyakini bahwa dien ini diserahkan kepada para imam, halal dan haram sesuai ketentuan mereka dan agama adalah apa yang mereka syariatkan.


Kelebihan Yahudi Dan Nashrani Atas Syi'ah Rafidlah:

·Menurut Yahudi; orang yang paling baik adalah sahabat Nabi Musa 'alaihis salam.

·Menurut Nasrani; orang paling baik adalah sahabat Nabi Isa 'alaihis salam, hawariyyun, penolong nabi Isa 'alaihis salam.

·Sedangkan menurut Syi'ah; orang yang paling buruk adalah sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Mereka diperintahkan untuk beristighfar (memintaka ampun) untuk para sahabat, tapi mereka malah mencela para sahabat dan menghunuskan pedang kepada mereka sampai hari kiamat.


Sumber: http://www.fiqhislam.com/agenda-muslim/artikel-islami/12779-persamaan-syiah-dengan-yahudi-dan-nasrani.html

Read More...

Friday, December 17, 2010

Syiah Pembunuh Sayyidina Husain Di Karbala Episode Akhir

Tetapi setelah golongan Syiah pada ketika itu merasakan perancangan mereka semua akan gagal apabila perjanjian damai di antara pihak Sayyidina Ali dan Muawiyah dipersetujui, maka golongan Syiah yang merupakan musuh-mush Islam yang menyamar atas nama Islam itu memikirkan diri mereka tidak selamat apabila perdamaian antara Sayyidina Ali dan Muawiyah berlaku. Maka segolongan dari mereka telah mengasingkan diri daripada mengikuti Sayyidina Ali dan mereka menjadi golongan Khawarij sementara segolongan lagi tetap berada bersama Sayyidina Ali. Perpecahan yang berlaku ini sebanarnya satu taktik mereka untuk mempergunakan Sayyidina Ali demi kepentingan mereka yang jahat itu dan untuk berselindung di sebalik beliau daripada hukuman kerana pembunuhan Khalifah Uthman.


Sayyidina Hasan pula pernah ditikam oleh golongan Syiah pehanya sehingga tembus kemudian mereka menunjukkan pula kebiadapannya terhadap Sayyidina Hasan dengan merampas harta bendanya dan menarik kain sejadah yang diduduki oleh Sayyidina Hasan. Ini semua tidak lain melainkan kerana Sayyidina Hasan telah bersedia untuk berdamai dengan pihak Sayyidina Muawiyah. Bahkan bukan sekadar itu saja mereka telah menuduh Sayyidina Hasan sebagai orang yang menghinakan orang-orang Islam dan sebagai orang yang menghitamkan muka orang-orang Mukmin.

Kebiadaban Syiah dan kebusukan hatinya ditujukan juga kepada Imam Jaafar As Shadiq bila seorang Syiah yang sangat setia kepada Imam Jaafar As Shadiq iaitu Rabi' menangkap Imam Jaafar As Shadiq dan membawanya kehadapan Khalifah Al-Mansur supaya dibunuh. Rabi' telah memerintahkan anaknya yang paling keras hati supaya menyeret Imam Jaafar As Shadiq dengan kudanya. Ini tersebut di dalam kitab Jilaau Al ' Uyun karangan Mulla Baqir Majlisi.

Di dalam kitab yang sama pengarangnya juga menyebutkan kisah pembunuhan Ali Ar Ridha iaitu Imam yang ke lapan di sisi Syiah, bahawa beliau telah dibunuh oleh Sabih Dailamy, seorang Syiah kental dengan perintah Al Makmun. Bagaimanapun diceritakan bahawa selepas dibunuh itu Imam Ar Ridha dengan mukjizatnya terus hidup kembali dan tidak ada langsung kesan-kesan pedang di tubuhnya.

Bagaimanapun Syiah telah menyempurnakan tugasnya untuk membunuh Imam Ar Ridha. Oleh itu tidaklah hairan golongan yang sampai begini biadapnya terhadap Imam-imam boleh membunuh Sayyidina Husain tanpa belas kasihan di medan Karbala.

Boleh jadi kita akan mengatakan bagaimana mungkin pengikut-pengikut setia Imam-imam ini yang dikenali dengan 'syiah' boleh bertindak kejam pula terhadap Imam-imamnya? Tidakkah mereka sanggup mempertahankan nyawa demi mempertahankan Iman-imam mereka? Secara ringkas bolehlah kita katakan bahawa 'perasaan kehairanan' yang seperti ini mungkin timbul dari dalam fikiran Syiah, yang tidak mengetahui latar belakang kewujudan Syiah itu sendiri. Mereka hanya menerima secara membabi buta daripada orang-orang terdahulu. Adapun orang-orang yang mengadakan sesuatu fahaman dengan tujuan-tujuan yang tertentu dan masih hidup ketika mana ajaran dan fahaman itu mula dikembangkan tentu sekali mereka sedar maksud dan tujuan mereka mengadakan ajaran tersebut. Pada lahirnya mereka menunjukkan taat setia dan kasih sayang kepada Imam-imam itu, tetapi pada hakikatnya adalah sebaliknya.

2. Di antara bukti yang menunjukkan tidak ada peranan Yazid dalam pembunuhan Sayyidina Husain di Karbala, bahkan golongan Syiahlah yang bertanggungjawab membunuh beliau bersama dengan ramai orang-orang yang ikut serta di dalam rombongan itu, ialah adanya hubungan persemendaan di antara Bani Hasyim dan Bani Umayyah, selepas berlakunya peperangan Siffin dan juga selepas berlakunya peristiwa pembunuhan Sayyidina Husain di Karbala.

Tidak mungkin orang-orang yang bermaruah seperti kalangan Ahlul Bait akan berkahwin dengan orang-orang yang diketahui oleh mereka sebagai pembunuh-pembunuh atau orang-orang yang bertanggungjawab di dalam membunuh ayah, datuk atau bapa saudara mereka Sayyidina Husain. Hubungan ini selain daripada menunjukkan pemerintah-pemerintah dari kalangan Bani Muawiyah dan Yazid sebagai orang yang tidak bersalah di dalam pembunuhan ini, ia juga menunjukkan mereka adalah golongan yang banyak berbudi kepada Ahlul Bait dan sentiasa menjalinkan ikatan kasih sayang di antara mereka dan Ahlul Bait.

Di antara contoh hubungan persemendaan ini ialah:

(1) Anak perempuan Sayyidina Ali sendiri bernama Ramlah telah berkahwin dengan anak Marwan bin Al-Hakam yang bernama Muawiyah iaitu saudara kepada Amirul Mukminin Abdul Malik bin Marwan. (Ibn Hazm-Jamharatu Al Ansab, m.s. 80)

(2) Seorang lagi anak perempuan Sayyidina Ali berkahwin dengan Amirul Mukminin Abdul
Malik sendiri iaitu khalifah yang ke empat daripada kerajaan Bani Umaiyah. (Al Bidayah Wa An Nihayah, jilid 9 m.s. 69)

(3) Seorang lagi anak perempuan Sayyidina Ali iaitu Khadijah berkahwin dengan anak gabenor 'Amir bin Kuraiz dari Bani Umaiyah bernama Abdul Rahman. (Jamharatu An Ansab, m.s. 68). 'Amir bin Kuraiz adalah gabenor bagi pihak Muawiyah di Basrah dan dalam peperangan Jamal dia berada di pihak lawan Sayyidina Ali.

Cucu Sayyidina Hasan pula bukan seorang dua yang telah berkahwin dengan pemimpin-pemimpin kerajaan Bani Umaiyah bahkan sejarah telah mencatatkan 6 orang daripada cucu beliau telah berkahwin dengan mereka iaitu:-

1.Nafisah bt Zaid bin Hasan berkahwin dengan Amirul Mukminin Al Walid bin Abdul Malik bin Marwan.

2.Zainab bt Hasan Al Mutsanna bin Hasan bin Ali juga telah berkahwin dengan Khalifah Al Walid bin Abdul Malik. Zainab ini adalah di antara orang yang turut serta di dalam rombongan Sayyidina Husain ke Kufah dan dia adalah salah seorang yang menyaksikan peristiwa pembunuhan Sayyidina Husain di Karbala dengan mata kepalanya sendiri.

3.Ummu Qasim bt Hasan Al Mutsanna bin Hasan bin Ali berkahwin dengan cucu Sayyidina Uthman iaitu Marwan bin Aban. Ummu Qasim ini selepas kematian suaminya Marwan berkahwin pula dengan Ali Zainal Abidin bin Al Husain.

4.Cucu perempuan Sayyidina Hasan yang keempat telah berkahwin dengan anak kepada Marwan bin Al-Hakam iaitu Muawiyah.

5.Cucu Sayyidina Hasan yang kelima bernama Hammaadah bt Hasan Al Mutsanna berkahwin dengan anak saudara Amirul Mukminin Marwan bin Al Hakam iaitu Ismail bin Abdul Malik.

6.Cucu Sayyidina Hasan yang keenam bernama Khadijah bt Husain bin Hasan bin Ali juga pernah berkahwin dengan Ismail bin Abdul Malik yang tersebut tadi sebelum sepupunya Hammaadah.

Perlu diingat bahawa semua mereka yang tersebut ada meninggalkan zuriat.
Dari kalangan anak cucu Sayyidina Husain pula ramai yang telah menjalinkan perkahwinan dengan individu-individu dari keluarga Bani Umaiyah, antaranya ialah:-

(1) Anak perempuan Sayyidina Husain yang terkenal bernama Sakinah. Selepas beberapa lama terbunuh suaminya Mus'ab bin Zubair, beliau telah berkahwin dengan cucu Amirul Mukminin Marwan iaitu Al Asbagh bin Abdul Aziz bin Marwan. Asbagh ini adalah saudara kepada Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz sedangkan isteri Asbagh yang kedua ialah anak kepada Amirul Mukminin Yazid iaitu Ummu Yazid. (Jamharatu Al -Ansab)

(2) Sakinah anak Sayyidina Husain yang tersebut tadi pernah juga berkahwin dengan cucu Sayyidina Uthman yang bernama Zaid bin Amar bin Uthman.

Sementara anak cucu kepada saudara-saudara Sayyidina Husain iaitu Abbas bin Ali dan lain-lain juga telah mengadakan perhubungan persemendaan dengan keluarga Umaiyah. Di antaranya yang boleh disebutkan ialah:-

Cucu perempuan kepada saudara Sayyidina Husain iaitu Abbas bin Ali bernama Nafisah bt Ubaidillah bin Abbas bin Ali berkahwin dengan cucu Amirul Mukminin Yazid yang bernama Abdullah bin Khalid bin Yazid bin Muawiyah. Datuk kepada Nafisah ini iaitu Abbas bin Ali adalah di antara orang yang ikut serta dalam rombongan Sayyidina Husain ke Kufah. Beliau terbunuh dalam pertempuran di medan Karbala .

Sekiranya benar cerita yang diambil oleh ahli -ahli sejarah dari Abu Mukhnaf, Hisyam dan lain–lain tentang kezaliman Yazid di Karbala yang dikatakan telah memerintah supaya tidak dibenarkan setitik pun air walaupun kepada kanak–kanak yang ikut serta dalam rombongan Sayyidina Husain itu sehingga mereka mati kehausan apakah mungkin perkahwinan di antara cucu kepada Abbas ini berlaku dengan cucu Yazid. Apakah kekejaman–kekejaman yang tidak ada tolak bandingnya seperti yang digambarkan di dalam sejarah boleh dilupakan begitu mudah oleh anak – anak cucu orang–orang yang teraniaya di medan Karbala itu? Apa lagi jika dilihat kepada zaman berlakunya perkahwinan mereka ini, bukan lagi di zaman kekuasaan keluarga Yazid, bahkan yang berkuasa pada ketika itu ialah keluarga Marwan. Di sana tidak terdapat satu pun alasan untuk kita mengatakan perkahwinan itu berlaku secara kekerasan atau paksaan.

Perkahwinan mereka membuktikan kisah–kisah kezaliman yang dilakukan oleh tentera Yazid ke atas rombongan Sayyidina Husain itu cerita–cerita rekaan oleh Abu Mukhnaf, Al Kalbi dan anaknya Hisyam dan lain–lain.

Cucu perempuan kepada saudara Sayyidina Husain, Muhammad bin Ali (yang terkenal dengan Muhammad bin Hanafiyah) bernama Lubabah berkahwin dengan Said bin Abdullah bin Amr bin Said bin Al Ash bin Umaiyah. Ayah kepada Lubabah ini ialah Abu Hisyam Abdullah yang dipercayai sebagai imam oleh Syiah Kaisamyyah .


Demikianlah serba ringkasnya dikemukakan hubungan persemendaaan yang berlaku di antara Bani Umaiyyah dan Bani Hasyim terutamanya dari anak cucu Sayyidina Ali, Hasan dan Husain. Hubungan persemendaan di antara mereka sangat banyak terdapat di dalam kitab-kitab Ansab dan sejarah. Maklumat lebih lanjut boleh dirujuk dari kitab–kitab seperti Jamratu Al Ansab, Nasbu Quraisy, Al Bidayah Wa An Nihayah, Umdatu Al Thalib Fi Ansab Aal Abi Thalib dan lain–lain .
Read More...

Thursday, December 16, 2010

Syiah Pembunuh Sayyidina Husain Di Karbala Episode 2

Beliau juga berkata kepada Syiah:

"Binasalah kamu! Bagaimana boleh kamu menghunuskan perang dendammu dari sarung-sarungnya tanpa sebarang permusuhan dan perselisihan yang ada di antara kamu dengan kami? Kenapakah kamu siap sedia untuk membunuh Ahlul Bait tanpa sebarang sebab? " (Ibid).

Akhirnya beliau mendoakan keburukan untuk golongan Syiah yang sedang berhadapan untuk bertempur dengan beliau:

"Ya Allah! Tahanlah keberkatan bumi dari mereka dan selerakkanlah mereka. Jadikanlah hati-hati pemerintah terus membenci mereka kerana mereka menjemput kami dengan maksud membela kami tetapi sekarang mereka menghunuskan pedang dendam terhadap kami ". (Ibid)

Beliau juga dirakamkan telah mendoakan keburukan untuk mereka dengan kata-katanya: "Binasalah kamu! Tuhan akan membalas bagi pihakku di dunia dan di akhirat……..Kamu akan menghukum diri kamu sendiri dengan memukul pedang-pedang di atas tubuhmu dan mukamu akan menumpahkan darah kamu sendiri. Kamu tidak akan mendapat keberuntungan di dunia dan kamu tidak akan sampai kepada hajatmu. Apabila mati nanti sudah tersedia azab Tuhan untukmu di akhirat. Kamu akan menerima azab yang akan diterima oleh orang-orang kafir yang paling dahsyat kekufurannya". (Mulla Baqir Majlisi-Jilaau Al'Uyun, m.s. 409).


Daripada kata-kata Sayyidina Husain yang dipaparkan oleh sejarawan Syiah sendiri, Mulla Baqir Majlisi, dapat disimpulkan bahawa:

(i) Diayah yang disebarkan oleh musuh-musuh Islam menerusi penulisan sejarah bahawa pembunuhan Ahlul Bait di Karbala merupakan balas dendam dari Bani Umayyah terhadap Ahlul Bait yang telah membunuh pemimpin-pemimpin Bani Umayyah yang kafir di dalam peperangan Badar, Uhud, Siffin dan lain-lain tidak lebih daripada propaganda kosong semata-mata kerana pembunuh-pembunuh Sayyidina Husain dan Ahlul Bait di Karbala bukannya datang dari Syam, bukan juga dari kalangan Bani Umayyah tetapi dari kalangan Syiah Kufah.

(ii) Keadaan Syiah yang sentiasa diburu dan dihukum oleh kerajaan-kerajaan Islam di sepanjang sejarah membuktikan termakbulnya doa Sayyidina Husain di medan Karbala ke atas Syiah.

(iii) Upacara menyeksa tubuh badan dengan memukul tubuhnya dengan rantai, pisau dan pedang pada 10 Muharram dalam bentuk perkabungan yang dilakukan oleh golongan Syiah itu sehingga mengalir darah juga merupakan bukti diterimanya doa Sayyidina Husain dan upacara ini dengan jelas dapat dilihat hingga sekarang di dalam masyarakat Syiah.

Adapun di kalangan Ahlus Sunnah tidak pernah wujud upacara yang seperti ini dan dengan itu jelas menunjukkan bahawa merekalah golongan yang bertanggungjawab membunuh Sayyidina Husain.

(iv) Betapa kejam dan kerasnya hati golongan ini dapat dilihat pada tindakan mereka menyembelih dan membunuh Sayyidina Husain bersama dengan sekian ramai ahli keluarganya walaupun setelah mendengar ucapan dan doa keburukan untuk mereka yang dipinta oleh beliau. Itulah dia golongan yang buta mata hatinya dan telah hilang kewarasan pemikirannya kerana sebaik saja mereka selesai membunuh, mereka melepaskan kuda Zuljanah yang ditunggangi Sayyidina Husain sambil memukul-mukul tubuh untuk menyatakan penyesalan. Dan inilah dia upacara perkabungan pertama terhadap kematian Sayyidina Husain yang pernah dilakukan di atas muka bumi ini sejauh pengetahuan sejarah. Dan hari ini tidakkah anak cucu golongan ini meneruskan upacara perkabungan ini setiap kali tibanya 10 Muharram?

Ali Zainal Abidin anak Sayyidina Husain yang turut serta di dalam rombongan ke Kufah dan terus hidup selepas berlakunya peristiwa itu pula berkata kepada orang-orang Kufah lelaki dan perempuan yang merentap dengan mengoyak-ngoyakkan baju mereka sambil menangis, dalam keadaan sakit beliau dengan suara yang lemah berkata kepada mereka, " Mereka ini menangisi kami. Tidakkah tidak ada orang lain yang membunuh kami selain mereka ?" (At Thabarsi-Al Ihtijaj, m.s. 156).

Pada halaman berikutnya Thabarsi menukilkan kata-kata Imam Ali Zainal Abidin kepada orang-orang Kufah. Kata beliau, " Wahai manusia (orang-orang Kufah)! Dengan Nama Allah aku bersumpah untuk bertanya kamu, ceritakanlah! Tidakkah kamu sedar bahawasa kamu mengutuskan surat kepada ayahku (menjemputnya datang), kemudian kamu menipunya? Bukankah kamu telah memberikan perjanjian taat setia kamu kepadanya? Kemudian kamu membunuhnya, membiarkannya dihina. Celakalah kamu kerana amalan buruk yang telah kamu dahulukan untuk dirimu".

Sayyidatina Zainab, saudara perempuan Sayyidina Husain yang terus hidup selepas peristiwa itu juga mendoakan keburukan untuk golongan Syiah Kufah. Katanya, " Wahai orang-orang Kufah yang khianat, penipu! Kenapa kamu menangisi kami sedangkan air mata kami belum lagi kering kerana kezalimanmu itu. Keluhan kami belum lagi terputus oleh kekejamanmu. Keadaan kamu tidak ubah seperti perempuan yang memintal benang kemudian dirombaknya kembali. Kamu juga telah merombak ikatan iman dan telah berbalik kepada kekufuran...Adakah kamu meratapi kami padahal kamu sendirilah yang membunuh kami. Sekarang kamu pula menangisi kami. Demi Allah! Kamu akan banyak menangis dan sedikit ketawa. Kamu telah membeli keaiban dan kehinaan untuk kamu. Tompokan kehinaan ini sama sekali tidak akan hilang walau dibasuh dengan air apapun". (Jilaau Al ' Uyun, ms 424).

Doa anak Sayyidatina Fatimah ini tetap menjadi kenyataan dan berlaku di kalangan Syiah hingga ke hari ini.

Ummu Kulthum anak Sayyidatina Fatimah pula berkata sambil menangis di atas segedupnya, " Wahai orang-oang Kufah! Buruklah hendaknya keadaanmu. Buruklah hendaklah rupamu. Kenapa kamu menjemput saudaraku Husain kemudian tidak membantunya bahkan membunuhnya, merampas harta bendanya dan menawan orang-orang perempuan dari ahli rumahnya. Laknat Allah ke atas kamu dan semoga kutukan Allah mengenai mukamu".

Beliau juga berkata, " Wahai orang-orang Kufah! Orang-orang lelaki dari kalangan kamu membunuh kami sementara orang-orang perempuan pula menangisi kami. Tuhan akan memutuskan di antara kami dan kamu di hari kiamat nanti". (Ibid, ms 426-428)

Sementara Fatimah anak perempuan Sayyidina Husain pula berkata, " Kamu telah membunuh kami dan merampas harta benda kami kemudian telah membunuh datukku Ali (Sayyidina Ali). Sentiasa darah-darah kami menitis dari hujung-hujung pedangmu……Tak lama lagi kamu akan menerima balasannya. Binasalah kamu! Tunggulah nanti azab dan kutukan Allah akan berterusan menghujani kamu. Siksaan dari langit akan memusnahkan kamu akibat perbuatan terkutukmu. Kamu akan memukul tubuhmu dengan pedang-pedang di dunia ini dan di akhirat nanti kamu akan terkepung dengan azab yang pedih ".

Apa yang dikatakan oleh Sayyidatina Fatimah bt. Husain ini dapat dilihat dengan mata kepala kita sendiri di mana-mana Syiah berada.

Dua bukti utama yang telah kita kemukakan tadi, sebenarnya sudah mencukupi untuk kita memutuskan siapakah sebenarnya pembunuh Sayyidina Husain di Karbala. Daripada keterangan dalam kedua-dua bukti yang lalu dapat kita simpulkan beberapa perkara :

1.Orang-orang yang menjemput Sayyidina Husain ke Kufah untuk memberontak adalah Syiah.

2.Orang-orang yang tampil untuk bertempur dengan rombongan Sayyidina Husain di Karbala itu juga Syiah.

3.Sayyidina Husain dan orang-orang yang ikut serta di dalam rombongannya terdiri daripada saudara- saudara perempuannya dan anak-anaknya menyaksikan bahwa Syiahlah yang telah membunuh mereka.

4.Golongan Syiah Kufah sendiri mengakui merekalah yang membunuh di samping menyatakan penyesalan mereka dengan meratap dan berkabung kerana kematian orang-orang yang dibunuh oleh mereka.

Mahkamah di dunia ini menerima keempat-empat perkara yang tersebut tadi sebagai bukti yang kukuh dan jelas menunjukkan siapakah pembunuh sebenar di dalam sesuatu kes pembunuhan, iaitu bila pembunuh dan yang terbunuh berada di suatu tempat, ada orang menyaksikan ketika mana pembunuhan itu dilakukan. Orang yang terbunuh sendiri menyaksikan tentang pembunuhnya dan kemuncaknya ialah pengakuan pembunuh itu sendiri. Jika keempat-empat perkara ini sudah terbukti dengan jelas dan diterima oleh semua mahkamah sebagai kes pembunuhan yang cukup bukti-buktinya, maka bagaimana mungkin diragui lagi tentang pembunuh- pembunuh Sayyidina Husain itu ?

II. BUKTI-BUKTI SOKONGAN

Walaubagaimanapun kita akan mengemukakan lagi beberapa bukti sokongan supaya lebih menyakinkan kita tentang golongan Syiah itulah sebenarnya pembunuh Sayyidina Husain. Di antaranya ialah :

1. Tidak sukar untuk kita terima mereka sebagai pembunuh Sayyidina Husain apabila kita melihat kepada sikap mereka yang biadap terhadap Sayyidina Ali dan Sayyidina Hasan sebelum itu. Begitu juga sikap mereka yang biadap terhadap orang-orang yang dianggap oleh mereka sebagai Imam selepas Sayyidina Husain. Bahkan terdapat banyak pula bukti yang menunjukkan merekalah yang bertanggungjawab terhadap pembunuhan beberapa orang Imam walaupun mereka menuduh orang lain sebagai pembunuh Imam- imam itu dengan menyebar luaskan propaganda- propaganda mereka terhadap tertuduh itu.

Di antara kebiadapan mereka terhadap Sayyidina Ali ialah mereka menuduh Sayyidina Ali berdusta dan mereka pernah mengancam untuk membunuh Sayyidina Ali. Bahkan Ibnu Muljim yang kemudiannya membunuh Sayyidina Ali itu juga mendapat latihan serta didikan untuk menentang Sayyidina Utsman di Mesir dan berpura-pura mengasihi Sayyidina Ali. Dia pernah berkhidmat sebagai pengawal Sayyidina Ali selama beberapa tahun di Madinah dan Kufah.

Di dalam Jilaau Al' Uyun disebutkan bahawa Abdul Rahman Ibn Muljim adalah salah seorang daripada kumpulan yang terhormat yang telah dikirimkan oleh Muhammad bin Abu Bakr dari Mesir. Dia juga telah berbai'ah dengan memegang tangan Sayyidina Ali dan dia juga berkata kepada Sayyidina Hasan, " Bahawa aku telah berjanji dengan Tuhan untuk membunuh bapamu dan sekarang aku menunaikannya. Sekarang wahai Hasan jika engkau mahu membunuhku, bunuhlah. Tetapi kalau engkau maafkan aku, aku akan pergi membunuh Muawiyah pula supaya engkau terselamat daripada kejahatannya". (Jilaau Al U'yun, ms 218)

bersambung di episode 3
Read More...

Syiah Pembunuh Sayyidina Husain Di Karbala Episode 1

Seorang tokoh Islam yang terkenal di Pakistan, Maulana Ali Ahmad Abbasi menulis di dalam bukunya "Hazrat Mu'aawiah Ki Siasi Zindagi" bahawa di dalam sejarah Islam, ada dua orang yang sungguh kontroversial. Seorang daripadanya Amirul Mukminin Yazid yang makin lama makin dimusnahkan imejnya walaupun semasa hayatnya beliau diterima baik oleh tokoh-tokoh utama di zaman itu. Seorang lagi ialah Mansor Al Hallaj. Di zamannya dia telah dihukum sebagai mulhid, zindiq dan salah seorang daripada golongan qaramithah oleh masyarakat Islam yang membawanya disalib. Amirul Mukminin Al Muqtadir billah telah menghukumkan beliau murtad berdasarkan fatwa sekalian ulama dan fuqaha' yang hidup pada waktu itu, tetapi imejnya semakin cerah tahun demi tahun sehingga akhirnya telah dianggap sebagai salah seorang ' aulia illah'.

Bagaimanapun semua ini adalah permainan khayalan dan fantasi manusia yang jauh daripada berpijak di bumi yang nyata. Semua ini adalah akibat daripada tidak menghargai dan memberikan penilaian yang sewajarnya kepada pendapat orang-orang pada zaman mereka masing-masing.

Pendapat tokoh-tokoh dari kalangan sabahat dan tabi'in yang sezaman dengan Yazid berdasarkan riwayat-riwayat yang muktabar dan sangat kuat kedudukannya menjelaskan kepada kita bahawa Yazid adalah seorang anak muda yang bertaqwa, alim, budiman, saleh dan pemimpin ummah yang sah dan disepakati kepemimpinannya. Baladzuri umpamanya dalam "Ansabu Al Asyraf" mengatakan bahawa, " Bila Yazid dilantik menjadi khalifah maka Abdullah bin Abbas, seorang tokoh dari Ahlul Bait berkata : " Sesungguhnya anaknya Yazid adalah daripada keluarga yang saleh. Oleh itu tetaplah kamu berada di tempat-tempat duduk kamu dan berilah ketaatan dan bai'ah kamu kepadanya" (Ansabu Al Asyraf, jilid 4, m.s. 4).


Sejarawan Baladzuri adalah di antara ahli sejarah yang setia kepada para Khulafa' Abbasiah. Beliau telah mengemukakan kata-kata Ibnu Abbas ini di hadapan mereka dan menyebutkan pula sebelum nama Yazid ' Amirul Mukminin'.

Abdullah Ibn Umar yang dianggap sebagai orang tua di kalangan sahabat pada masa itu pula bersikap tegas terhadap orang-orang yang menyokong pemberontakan yang dipimpin oleh Ibn Zubair terhadap kerajaan Yazid dan sikap yang begini disebut di dalam Sahih Bukhari bahawa, bila penduduk Madinah membatalkan bai'ah mereka terhadap Yazid bin Muawiyah maka Ibn Umar mengumpulkan anak pinak dan sanak saudaranya lalu berkata, " Saya pernah mendengar Rasulullah S.A.W bersabda, " Akan dipacakkan bendera untuk setiap orang yang curang (membatalkan bai'ahnya) pada hari kiamat. Sesungguhnya kita telah berbai'ah kepadanya dengan nama Allah dan RasulNya. Sesungguhnya saya tidak mengetahui kecurangan yang lebih besar daripada kita berbai'ah kepada seseorang dengan nama Allah dan RasulNya, kemudian kita bangkit pula memeranginya. Kalau saya tahu ada sesiapa daripada kamu membatalkan bai'ah kepadanya dan turut serta di dalam pemberontakan ini, maka terputuslah perhubungan di antaraku dengannya". (Sahih Bukhari -Kitabu Al Fitan)

Sebenarnya jika dikaji sejarah permulaan Islam kita dapati pembunuhan Sayyidina Husain di zaman pemerintahan Yazidlah yang merupakan fakta terpenting mendorong segala fitnah dan keaiban yang dikaitkan dengan Yazid tidak mudah ditolak oleh generasi kemudian. Hakikat inilah yang mendorong lebih banyak cerita-cerita palsu tentang Yazid diada-adakan oleh musuh-musuh Islam. Tentu sekali orang yang membunuh menantu Rasulullah s.a.w yang tersayang-dibelai oleh Rasulullah dengan penuh kasih sayang semasa hayatnya kemudian ditatang pula dengan menyebutkan kelebihan dan keutamaan-keutamaannya di dalam hadis-hadits Baginda- tidak akan dipandang sebagai seorang yang berperi kemanusiaan apalagi untuk mengatakannya seorang soleh, budiman, bertaqwa dan pemimpin umat Islam.

Kerana itulah cerita-cerita seperti Yazid sering kali minum arak, seorang yang suka berfoya-foya, suka mendengar muzik dan menghabiskan waktu dengan penari-penari, begitu juga beliau adalah orang terlalu rendah jiwanya sehingga suka bermain dengan monyet dan kera, terlalu mudah diterima oleh umat Islam kemudian.

Tetapi soalnya, benarkah Yazid membunuh Sayyidina Husain? Atau benarkah Yazid memerintahkan supaya Sayyidina Husain dibunuh di Karbala?

Selagi tidak dapat ditentukan siapakah pembunuh Sayyidina Husain yang sebenarnya dan terus diucapkan ' Yazidlah pembunuhnya' tanpa soal selidik yang mendalam dan teliti, maka selama itulah nama Yazid akan terus tercemar dan dia akan dipandang sebagai manusia yang paling malang. Tetapi bagaimana jika yang membunuh Sayyidina Husain itu bukan Yazid ? Kemanakah pula akan kita bawakan segala tuduhan-tuduhan liar, fitnah dan caci maki yang selama ini telah kita sandarkan pada Yazid itu ?

Jika kita seorang yang cintakan keadilan, berlapang dada, sudah tentu kita akan berusaha untuk membincangkan segala keburukan yang dihubungkan kepada Yazid selama ini dan kita pindahkannya ke halaman rumah pembunuh- pembunuh Sayyidina Husain yang sebenar. Apalagi jika kita seorang Ahlus Sunnah Wal Jamaah, sudah tentu dengan dengan adanya bukti-bukti yang kuat dan kukuh daripada sumber-sumber rujukan muktabar dan berdasarkan prinsip-prinsip aqidah yang diterima di kalangan Ahlus Sunnah, kita akan terdorong untuk membersihkan Yazid daripada segala tuduhan dan meletakkannya ditempat yang istimewa dan selayak dengannya di dalam rentetan sejarah awal Islam.

Sekarang marilah kita pergi ke tengah-tengah medan penyelidikan tentang pembunuhan Sayyidina Husain di Karbala bersama-sama dengan sekian ramai ahli keluarganya.

PEMBUNUH SAYYIDINA HUSAIN ADALAH SYIAH KUFAH

Terlebih dahulu kita akan menyatakan dakwaan kita secara terus terang dan terbuka bahawa pembunuh Sayyidina Husain yang sebenarnya bukanlah Yazid tetapi adalah golongan Syiah Kufah.

Dakwaan ini berdasarkan beberapa fakta dan bukti-bukti daripada sumber-sumber rujukan sejarah yang muktabar. Kita akan membahagi-bahagikan bukti-bukti yang akan dikemukakan nanti kepada dua bahagian :

(1) Bukti-bukti utama
(2) Bukti-bukti sokongan

I. BUKTI-BUKTI UTAMA

Dengan adanya bukti-bukti utama ini, tiada mahkamah yang dibangunkan untuk mencari kebenaran dan mendapatkan keadilan akan memutuskan Yazid sebagai pesalah dan sebagai penjenayah yang bertanggungjawab di dalam pembunuhan Sayyidina Husain. Bahkan Yazid akan dilepaskan dengan penuh penghormatan dan akan terbongkarlah rahsia yang selama ini menutupi pembunuh-pembunuh Sayyidina Husain yang sebenarnya di Karbala.

Bukti pertamanya ialah pengakuan Syiah Kufah sendiri bahawa merekalah yang membunuh Sayyidina Husain. Golongan Syiah Kufah yang mengaku telah membunuh Sayyidina Husain itu kemudian muncul sebagai golongan "At Tawwaabun" yang kononnya menyesali tindakan mereka membunuh Sayyidina Husain. Sebagai cara bertaubat, mereka telah berbunuh-bunuhan sesama mereka seperti yang pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi sebagai pernyataan taubatnya kepada Allah kerana kesalahan mereka menyembah anak lembu sepeninggalan Nabi Musa ke Thur Sina.

Air mata darah yang dicurahkan oleh golongan "At Tawaabun" itu masih kelihatan dengan jelas pada lembaran sejarah dan tetap tidak hilang walaupun cuba dihapuskan oleh mereka dengan beribu-ribu cara.

Pengakuan Syiah pembunuh-pembunuh Sayyidina Husain ini diabadikan oleh ulama-ulama Syiah yang merupakan tunggak dalam agama mereka seperti Baaqir Majlisi, Nurullah Syustri dan lain-lain di dalam buku mereka masing-masing. Baaqir Majlisi menulis :

"Sekumpulan orang-orang Kufah terkejut oleh satu suara ghaib. Maka berkatalah mereka, " Demi Tuhan! Apa yang telah kita lakukan ini tak pernah dilakukan oleh orang lain. Kita telah membunuh "Ketua Pemuda Ahli Syurga" kerana Ibn Ziad anak haram itu. Di sini mereka mengadakan janji setia di antara sesama mereka untuk memberontak terhadap Ibn Ziad tetapi tidak berguna apa-apa". (Jilaau Al'Uyun, m.s. 430)

Qadhi Nurullah Syustri pula menulis di dalam bukunya Majalisu Al'Mu'minin bahawa selepas sekian lama (lebih kurang 4 atau 5 tahun) Sayyidina Husain terbunuh, ketua orang-orang Syiah mengumpulkan orang-orang Syiah dan berkata, " Kita telah memanggil Sayyidina Husain dengan memberikan janji akan taat setia kepadanya, kemudian kita berlaku curang dengan membunuhnya. Kesalahan kita sebesar ini tidak akan diampunkan kecuali kita berbunuh-bunuhan sesama kita ". Dengan itu berkumpullah sekian ramai orang-orang Syiah di tepi Sungai Furat sambil mereka membaca ayat yang bermaksud, " Maka bertaubatlah kepada Tuhan yang telah menjadikan kamu dan bunuhlah dirimu. Itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu ". (Al Baqarah :54). Kemudian mereka berbunuh-bunuhan sesama sendiri. Inilah golongan yang dikenali dalam sejarah Islam dengan gelaran "At Tawaabun".

Sejarah tidak melupai dan tidak akan melupai peranan Syits bin Rab'ie di dalam pembunuhan Sayyidina Husain di Karbala. Tahukah anda siapa itu Syits bin Rab'ie? Dia adalah seorang Syiah pekat, pernah menjadi duta kepada Sayyidina Ali di dalam peperangan Siffin, sentiasa bersama Sayyidina Husain. Dialah juga yang menjemput Sayyidina Husain ke Kufah untuk mencetuskan pemberontakan terhadap kerajaan pimpinan Yazid, tetapi apakah yang telah dilakukan olehnya?

Sejarah memaparkan bahawa dialah yang mengepalai 4,000 orang bala tentera untuk menentang Sayyidina Husain dan dialah orang yang mula-mula turun dari kudanya untuk memenggal kepala Sayyidina Husain. (Jilaau Al'Uyun dan Khulashatu Al Mashaaib, m.s. 37)

Adakah masih ada orang yang ragu-ragu tentang Syiahnya Syits bin Rab'ie dan tidakkah orang yang menceritakan perkara ini ialah Mulla Baaqir Majlisi, seorang tokoh Syiah terkenal ? Secara tidak langsung ia bermakna pengakuan daripada pihak Syiah sendiri tentang pembunuhan itu.

Lihatlah pula kepada Qais bin Asy'ats ipar Sayyidina Husain yang tidak diragui tentang Syiahnya tetapi apa kata sejarah tentangnya? Bukankah sejarah mendedahkan kepada kita bahawa itulah orang yang merampas selimut Sayyidina Husain dari tubuhnya selepas selesai pertempuran ? (Khulashatu Al Mashaaib, m.s. 192)

Selain daripada pengakuan mereka sendiri yang membuktikan merekalah sebenarnya pembunuh- pembunuh Sayyidina Husain, kenyataan saksi-saksi yang turut serta di dalam rombongan Sayyidina Husain sebagai saksi-saksi hidup di Karbala yang terus hidup selepas peristiwa ini juga membenarkan dakwaan ini termasuk kenyataan Sayyidina Husain sendiri yang sempat dirakamkan oleh sejarah sebelum beliau terbunuh. Sayyidina Husain berkata dengan menujukan kata-katanya kepada orang- orang Syiah Kufah yang siap sedia bertempur dengan beliau :

"Wahai orang-orang Kufah! Semoga kamu dilaknat sebagaimana dilaknat maksud- maksud jahatmu. Wahai orang-orang yang curang, zalim dan pengkhianat! Kamu telah menjemput kami untuk membela kamu di waktu kesempitan tetapi bila kami datang untuk memimpin dan membela kamu dengan menaruh kepercayaan kepadamu maka sekarang kamu hunuskan pedang dendammu kepada kami dan kamu membantu musuh-mush di dalam menentang kami" (Jilaau Al' Uyun, ms 391).
Read More...

Tuesday, November 2, 2010

Ipar Tony Blair yang memeluk Islam bantah dirinya berfahaman Syiah


LONDON (voa-islam.com): Jurnalis Lauren Booth, saudara bukan kandung dari Cherie Blair, isteri mantan Perdana Menteri Inggeris Tony Blair, membantah kebenaran isu yang tersebar bahawa dia berfahaman Syiah ketika memeluk Islam.

Lauren yang bekerja di koran Inggeris 'Daily Mail' dan stesen television Inggeris 'Press TV' di London, melalui hubungan telefon dengan koran "Al-Quds Al-Arabi": "Saya telah memeluk Islam dan tidak pernah mengatakan saya mengikuti ajaran Syiah atau lainnya, saya tidak tahu kenapa terjadi penyelewengan berita yang jelas dinyatakan dalam berita dan tidak ada kesamarannya",beliau menambah:" Saya belum masuk Islam ketika di Iran, meskipun saya katakan dalam pernyataan, saya masuk Islam setelah kembali dari perjalanan ke Iran ".


Lauren Booth mencatat pernyataan tentang dirinya: " saya berenang di perairan Gaza, mengenakan (bikini) dan saya memalu rakyat Gaza adalah perkara yang kurang berperasaan dan bijaksana", selanjutnya dia menjelaskan: "Saya turun ke air dengan berpakaian lengkap dengan Dr Mona El-Farra dan kami pergi ke pantai pagi-pagi sebelum semua orang bangun, dan orang-orang Gaza menjadi saksinya, dan tidak ada yang keberatan dengan itu, saya seorang Muslim, dan seorang ibu, seperti yang saya pelajari dari ajaran Islam, bahwa bahkan jika benar, bahawa segera setelah seseorang memeluk Islam terhapus dosa-dosanya,

Jika Allah telah mengampuni kita, mengapa stesen television tersebut mempersoalkannya,. Apatah lagi hal yang sedemikian itu tidak pernah terjadi." (ar/islammemo).

AbuHusna
Read More...

Syi’ah: Orang Yang Mula-Mula Berbai’ah Kepada Abu Bakar Ialah Iblis






Terjemahan:
Daripada Salim bin Qais al-Hilali katanya: saya mendengar Salman al-Farisi r.a. berkata: “Bila Rasulullah SAW wafat dan orang ramai melakukan sebagaimana yang mereka telah lakukan, Abu Bakar, Umar dan Abu ‘Ubaidah bin al-Jarrah telah berbahas dengan golongan Ansar lalu mereka mengemukakan hujah untuk mengalahkan Ansar dengan hujah ‘Ali r.a. Mereka (tiga sahabat) pun berkata: “Wahai orang-orang Ansar! Quraisy lebih berhak terhadap urusan ini daripada kamu kerana Rasulullah s.a.w.a. adalah daripada Quraisy dan Muhajirin juga termasuk dari Quraisy. Sesungguhnya Allah SWT menyebut mereka dahulu di dalam kitab-Nya[1] dan melebihkan mereka.

Sesungguhnya Rasulullah SAW. telah bersabda (yang bermaksud): “Pemimpin-pemimpin itu hendaklah daripada Quraisy”. Salman r.a. berkata: “Saya pun datang kepada Ali a.s. ketika beliau sedang memandikan Rasulullah SAW. Saya pun menceritakan kepadanya apa yang dilakukan oleh orang ramai. Saya berkata kepadanya: “Sesungguhnya Abu Bakar pada ketika ini sedang berada di atas minbar Rasulullah SAW. Demi Allah! Beliau tidak suka mereka berbaiah dengannya dengan satu tangan sahaja sebaliknya mereka berbai’ah dengannya dengan dua tangan sekaligus iaitu kanan dan kiri”. Ali pun berkata kepadaku: “Wahai Salman! Adakah engkau mengenali orang yang mula-mula berbai’ah kepadanya di atas minbar Rasulullah SAW? Saya menjawab: “Saya tidak mengenalinya cuma saya melihat dalam bayangan.

Bani Sa’idah ketika Ansar melakukan bantahan orang yang mula-mula berbai’ah kepadanya ialah Basyir bin Sa’ad dan Abu ‘Ubaidah bin al-Jarrah. Kemudian Umar, kemudian Salim”. Dia (Ali) berkata: “Aku tidak bertanyamu tentang ini tetapi adakah engkau kenal orang yang mula-mula membai’ahnya ketika ia naik ke atas mimbar Rasulullah SAW.? Saya menjawab: “Tidak, tetapi saya melihat seorang tua yang bertongkat. Antara dua matanya terdapat kesan sujud. Dia yang mula-mula menaiki mimbar dengan tergesa-gesa sambil menangis dan berkata: segala puji bagi Allah yang tidak mematikan aku dari dunia sehingga aku dapat melihatmu berada di tempat ini.

Hulurkan tanganmu”. Maka Abu Bakar pun menghulurkan tangannya lalu dia pun berbai’ah dengannya. Kemudian dia turun dari mimbar lalu keluar dari masjid. Ali r.a. pun bertanya: “Adakah engkau mengenali siapakah dia? Saya menjawab: “Tidak”. Ali r.a. pun menjawab: “Itulah Iblis la’natullah”.

(Rujukan: Muhammad bin Ya’kob al-Kulaini ar-Raudhah min al-Kafi jil. 8 hal. 343,344)


Kesimpulan:

  • Syi’ah mengatakan orang yang mula-mula berbai’ah kepada khalifah pertama umat Islam iaitu Abu Bakar r.a. ialah Iblis la’natullah.
  • Syi’ah telah menghina sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW dengan mengatakan bahawa mereka mengikut jejak langkah iblis dengan berbai’ah dengan Abu Bakar r.a.


[1] Mungkin yang dimaksudkan dengan menyebutkan Muhajirin kemudian Ansar di dalam al-Quran ialah ayat 100 surah at-Taubah yang bermaksud Dan orang-orang yang terdahulu yang mula-mula (berhijrah dan memberi bantuan) dari orang-orang "Muhajirin" dan "Ansar" dan orang-orang yang menurut (jejak langkah) mereka dengan kebaikan (iman dan taat), Allah reda akan mereka dan mereka pula reda akan Dia, serta Dia menyediakan untuk mereka Syurga-syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; itulah kemenangan yang besar. Ayat ini sebenarnya menunjukkan kebenaran sahabat-sahabat Nabi SAW dan mereka adalah golongan yang diredhai oleh Allah.

AbuHusna
Read More...

Wednesday, September 8, 2010

Yang tersirat disebalik Sinari Lebaran

Iklan Sinari Lebaran yang ditayangkan di TV3 mengundang pelbagai spekulasi dari banyak pihak. Berlatarbelakangkan hari raya Aidlifitri, namun terdapat beberapa unsur iluminati di situ.

Terlepas untuk menonton kerana TV3 telah menarik balik iklan tersebut,tonton disini




Marilah kita bersama merungkaikan apakah makna tersirat iklan tersebut, penulis lampirkan jawapan kepada makna tersirat yang mengundang spekulasi itu. Nilailah dengan secara ilmiah serta berlapang dadalah dalam setiap keputusan yang dibuat.



Sudah menjadi sinonim apabila tiba musim perayaan tidak kira apa juga perayaan pastinya stesyen rangkaian terrkemuka Malaysia, TV3 akan mempromosikan iklan raya yang acap kalinya mendapat sambutan hangat serta komen yang memberangsangkan oleh para penonton tidak kira umur, jantina, bangsa, muda, tua dan sebagainya. Namun bagi eidulfitri yang bakal menjelma nanti TV3 tampil dengan membawakan kelainan serta diluar jangkauan terma dan syarat pengiklanan serta syariat yang digariskan Islam. Kelainan apakah yang cuba ditampilkan oleh TV3 ini? Marilah sama-sama kita menelitinya setiap apa yang tersirat disebalik Sinari Lebaran 2010 ini. Wallahualam.

Gambar 1 - Budak lelaki Melayu sedang menyelak sebuah buku bergambar, di malam hari didalam sebuah pondok buruk yang hanya beratapkan rumbia selain bertemankan sebiji mentol. Terdapat sebuah sangkar burung yang tergantung di sebelah kanan tingkap yang terbuka luas.




Maksud yang tersirat:
1.Budak lelaki Melayu - Orang Melayu
2.Buku – Bible (atau lain2)
3.Pondok Buruk Beratap Rumbia - Kemiskinan
4.Mentol Lampu - Pencerahan (Illumination) - Lucifer@Iblis
5. Tingkap Terbuka - Jalan keluar dari kemiskinan dan kemunduran

Gambar 2 - Sehelai mukasurat yang mempunyai gambar sebuah beca bewarna merah berlatarbelakangkan sebuah pokok Krismas dan North Star (Bintang Utara), menutup sehelai mukasurat lain bertulisan JAWI yang diterbalikkan (inverted).






Maksud yang tersirat:
1.Mukasurat Bergambar - Bible (Christianity)
2.Mukasurat Jawi terbalik - Al-Quran yang dihinakan
3.Beca Merah - Kenderaan Santa Claus
4.North Star - Bintang Kelahiran Horus (Dajjal)
5.Pokok Krismas - Simbol Paganisme


Gambar 3 - Keluarnya bintang-bintang kecil beraura yang membawa cahaya dari gambar beca. Budak Melayu kagum dan gembira. Bintang-bintang berterbangan keluar dari tingkap rumah buruk, lalu membentuk sebuah beca merah berlampu lip-lap dengan seorang lelaki separuh abad yang memakai songkok putih dan berambut putih. Lelaki separuh abad mempelawa budak Melayu untuk bersama-sama menaiki beca merah dan seterusnya meninggalkan pondok buruk.




Maksud yang tersirat:
1.Bintang-bintang kecil beraura - Keajaiban, kekayaan, kemahsyuran, kemodenan
2.Lelaki Rambut Putih Dan Bersongkok Putih - POPE - Ketua Agama Kristian
3.Pelawaan Menaiki Beca - Pelawaan Masuk Kristian

Gambar 4 - Budak Lelaki Melayu dengan seorang Budak Perempuan Melayu masuk ke dalam beca dan terus duduk bersandar. (kemurtadan bertambah)

Maksud yang tersirat:
1.Budak Lelaki Dan Budak Perempuan Melayu - Bangsa Melayu.

Gambar 5 - Beca terbang ke Pulau Pinang, Teluk Intan, dan Kuala Lumpur. Tempat-tempat ini bercahaya dan bersinar (illuminated) dengan kehadiran beca merah.

Maksud yang tersirat:
1.Pulau Pinang - Tempat Illuminati mula bertapak (Francis Light)
2.Teluk Intan, Hilir Perak (Anson) - Ada Illuminati Lodge kat sini. Rotary club pun bersepah.
3.Kuala Lumpur – Malaysia’s Illumination Capital

Gambar 6 - Tiba-tiba ada satu pasangan tambahan budak lelaki/perempuan melayu dalam beca.

Maksud yang tersirat:
1.Tambahan Pasangan Melayu - Murtad dan kerosakan makin berkembang dan mendapat sambutan

Gambar 7 - Beca berhenti dihadapan kondo. Kelihatan pasangan budak Melayu lagi yang memasuki beca

Maksud yang tersirat:
1. Kondo - Bandar/Middle Class. Budak kampung dah diterima oleh orang bandar. Masuk Kristian adalah segalanya kebebasan, urban, serta “cool”.




Perhatikan, mengapa perlu ada awan yang 'menyalib' setiap menara masjid ini? Masih kebetulan kah? Benarkah awan disetiap menara masjid seperti ini?





Mengapakah teratai yang dipilih didalam iklan Eidulfitri ini? Masih banyak lagi bunga yang boleh disiarkan untuk menggambarkan keceriaan. Ditengah taratai ini terdapat (pelita) seolah-olah menggambarkan agama Buddha ketika melakukan upacara keagamaan mereka.






Perhatikan, gambar ini kelihatan normal bagi sesiapa yang tidak menyedari, namun jika diteliti dengan lebih mendalam, kelihatan bintang berbucu 6 yang membawa maksud gerakan zionise.



Ingatlah, Allah berfirman dalam al-Quran: "Tidak akan pernah redha orang2 Yahudi dan Nasrani kerhadap kamu sehingga kamu menuruti telunjuk mereka" [Ch2:V120]

Adakah apa yang berlaku semuanya kebetulan?...fikirlah kita sbnrnya sedang berhadapan dengan kebangkita serta kedatangan era dajjal yang mampu mengoyah iman jika aqidah sebenar jauh dari menyimpang daripada sumber asal iaitu AlQuran dan As Sunnah (al hadis).

Read More...

Tuesday, September 7, 2010

KESENGSARAAN TIDAK BERNOKTAH

Barat Laut Baghdad, disebuah perkampungan setinggan sementara, rumah yang hanya mempunyai dua bilik dihuni oleh sebahagian warga Iraq yang berfahaman sunnah diwilayah Chukook yang rata-ratanya dikuasai adalah puak syiah. Warga Iraq, terpaksa berpindah ke penempatan itu empat tahun lalu apabila keganasan antara puak majoriti Syiah dan Sunnah yang dulunya berkuasa di lraq meletus selepas penjajahan diketuai Amerika Syarikat pada 2003 yang turut menumbangkan Saddam Hussein. 0perasi Amerika hampir tamat tujuh setengah tahun selepas penjajahan berkenaan yang mengakibatkan ratusan warga lraq seperti Karem Hassan Abboud (nelayan) terpaksa melarikan diri dari kawasan kejirananya yang terdiri daripada penduduk ke dua-dua puak berkenaan.



Hassan berpendapat kemelut ahli politik yang bertelegah mengenai kedudukan dan tidak mengambil tahu soal makan dan minum serta tempat tinggal penduduk yang mengakibatkan beliau terpaksa tinggal dikawasan yang menjadi tempat limpahan bahan kumbuhan najis yang terlalu kotor. Kebanyakkan rakyat Iraq turut bimbang dgn pengunduran rakyat Amerika itu sepenuhnya pada tahun depan akan mengakibatkan serta mencetuskan pertumpahan darah antara puak. Mereka juga kecewa dengan pemimpin mereka yang terjebak dalam situasi politik yang buntu hampir enam bulan selepas pilihanraya tidak melahirkan mana-mana pemenang, juga tiada kerajaan baru yang ditubuhkan demi untuk warga Iraq.

Pesuruhjaya Tinggi pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu bagi Pelarian (UNHCR), melaporkan peperangan Iraq mencetuskan krisis kemanusian paling buruk di timur tengah pada 1948 apabila separuh daripada penduduk Arab Palestin melarikan diri dari rumah mereka selepas pembentukkan Israel. Menurut UNHCR, 1.5 juta orang tidak mempunyai tempat tinggal di Iraq yang mana 500,000 orang menjadi setinggan dikem atau bangunan awam. Di Baghdad, kira-kira 200,000 orang tinggal di 120 kem. Terdapat juga ratusan ribu warga Iraq di luar Negara terutama Jordan dan Syiria. Mereka masih terlalu takut untuk pulang kerumah serta trauma akibat berhadapan dengan kesengsaraan perang. Ramai yang beranggapan bahawa mustahil unutk mendapatkan pekerjaan dan akhirnya terpaksa hidup dalam kemiskinan.

Pekerja bantuan berkata ramai wanita lraq terjebak dalam penyeludupan bagi tujuan seks di TimurTengah.Dikem Chukook pegawai tempatan Amer Kareem menganggarkan,3,150 keluarga tinggal di atas tanah yang dulunya dimiliki tentera. Tiada kemudahaan asas manakala lubang ditanah dijadikan tandas. Bekalan elektrik diperoleh daripada sebuah alat jana kuasa kecil. Pekerja bantuan juga bimbang apabila Amerika secara rasmi menamatkan misi ketenteraannya di lraq pada 31 Ogos krisis kemanusian di lraq akan dilupakan kerana perhatiaan akan beralih ke tempat lain pula. Wakil UNHCR di lraq Daniel Endres berkata penderma sudah pun mula menghentikan bantuan ke Iraq terutama dari Eropah. "Pembiayaan yang diperlukan Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB) tahun ini saja adalah kira-kira AS$264 juta (RM844.8 juta) dan kini kami mempunyai AS$120 juta (RM384 juta).Kami tidak mempunyai separuh pun daripada apa yang kami perlukan. Saya memang bimbang keadaan kami tahun depan”, katanya

Iraq mempunyai hasil simpanan minyak ketiga terbesar didunia dan menandatangani beberapa siri perjanjian dengan syarikat gergasi minyak unutk membangunkan industri minyak. Ia dilihat penting bagi membina semula Negara yang sangat kekurangan pelabur selepas berdekad terbabit dalam peperangan dan kekangan. Kebanyakkan warga Iraq yang tiada tempat tinggal tidak boleh pulang ke kawasan kejiranan lama mereka. Rumah yang ditinggalkan sudah tiada kabel elektrik dan perabot, gara-gara penyamun. Pintu rumah pula dipecahkan tentera Amerika akibat yang datang mencari senjata dan tingkap pula pecah akibat serangan bom.

Statik juga menunjukkan majoriti keadaan selepas konflik akan mencetuskan konflik semula dalam masa tujuh tahun. Biasanya ia disebabkan kurangnya perhatian atau tiada sokongan berterusan dalam beberapa tahun penting selepas konflik. Biarpun keganasan yang kian berkurangan berbanding kemuncak 2006 dan 2007, pengeboman dan pembunuhan masih berlaku setiap hari dan kebimbangan terus memuncak ketika kekosongan politik selepas pilihanraya dan pengunduran pihak Amerika pula menjadi eksploitasi puak bertelagah. Keselamatan yang agak rapuh juga menjadi cabaran terbesar yang dihadapi pertubuhan kemanusiaan yang terpaksa melewatkan penghantaran bekalan bantuan dan menghalang pekerja bantuan daripada menziarahi kem.


Tinta,
Abu Husna
Read More...

Friday, September 3, 2010

Peperangan untuk memusnahkan Iraq sebagai sebuah kuasa kedaerahan (Regional Power)

Era pemerintahan Bush yang ingin perang, jelas menunjukkan setiap perundingan yang melibatkan Iraq selain penyelesaian yang boleh dilakukan secara diplomatik kesemuanya ditolak - Iraq, 12 Ogos 1990, proposal perundingan,menunjukkan bahawa Iraq bersedia membuat konsesi yang signifikan sebagai ganjaran untuk perbincangan menyeluruh untuk menyelesaikan konflik Timur Tengah, namun ianya ditolak oleh kerajaan Bush. Begitu pula tawaran lain yang dibuat Iraq pada bulan Disember yang dilaporkan oleh Knut Royce di Newsday.Presiden Bush mengelak dari melakukan perundingan, bahkan menolak untuk menghantar Menteri Luar Negara iaitu Baker untuk bertemu Saddam Hussein sebelum 15 Januari 1991 seperti yang telah dijanjikan pada tarikh 30 November 1990. Bush juga menolak tawaran pengeluaran Iraq,15 Februari 1991 dua hari selepas pesawat AS membakar ratusan perempuan dan anak-anak yang tidur di bawah al-Arneriyah tempat perlindungan dari Bom. Rakyat Iraq seterusnya menyetujui usulan Soviet 18 Februari 1991 - iaitu empat hari sebelum perang tanah,dilancarkan bagi Iraq mematuhi semua resolusi PBB.



Peperangan bawah tanah menetang tentera Iraq telah menyebabkan jumlah yang terbesar terkorban dalam peperangan tersebut. Sebanyak 50000 sehingga 100000 tentera Iraq telah meninggal selepas kerajaan Iraq telah menyerah sepenuhnya tuntutan AS dan PBB. Dengan demikian jelas bahawa kerajaan AS tidak berperang untuk mengamankan negara Iraq dari Kuwait melainkan meneruskan dengan pembunuhan ini dengan erti kata lain menyimpang dari tujuan asal dasar luar negara. Tujuan tersebut tidak pernah ditetapkan untuk orang awam bahkan ianya hanya disebut sebagai kiasan dibawah petunjuk New World Order(NWo).

Apakah yang dimaksudkan dengan New World Order(NWo), apakah AS mengharapkan untuk keluar dari sesuatu dan apakah muslihat disebalik hal yang "baru" di dunia, mungkin suatu peraturan yang baru? Ini adalah andaian Bush bahawa Kesatuan Soviet bersedia, di bawah kepimpinan Gorbachev, untuk menyokong dasar luar negara AS di Dunia Ketiga. AS berpendapat sekiranya Soviet bersedia untuk meninggalkan Iraq dan sekutu lain pada Dunia Ketiga, maka AS dan Barat yang lain di negara-negara kapitalis dapat kembali ke kedudukan dominan mereka di pelbagai bidang seperti ekonomi, minyak serta lain-lain yang mendatangkan sesuatu didunia ini. Perang yang dilakukan AS ini, bertujuan adalah untuk melemahkan Iraq sebagai sebahagian penting dalam New World Order(NWo). [8]

Walaupun peranan Union telah berubah secara dramatik, tujuan imperialisme AS di Timur Tengah tetap pada dasar yang sama, dengan beberapa penstrukturan taktik berdasarkan keadaan yang berbeza-beza. Asas dasar AS ialah untuk menghilangkan atau melemahkan setiap rejim nasionalis yang mencabar dominasi AS serta mengawal keseluruhan wilayah yang kaya dengan hasil bumi iaitu minyak. Strategi yang digunakan seperti ketenteraan terhadap askar Iraq tidak hanya ditujukan pada sasaran ketenteraan, namun "serangan bom telah menghancurkan wilayah yang padat dengan perumahan, kilang, dan kemudahan air, yang akan mempengaruhi penduduk selama bertahun-tahun" [9] Pada awal bulan September 1990, pihak pentadbiran AS, Menteri Luar Negara James Baker,berucap perubahan strategik dengan campur tangan tentera AS bukan hanya untuk pembebasan "Kuwait" tetapi juga untuk merosakan infrastruktur ketenteraan Iraq. [10]

Rujukan:
[8].See James Ridgeway, "Third World Wars: Iraq is a Model for Post-Cold War Colonies," Village Voice, January 29, 1991.
[9].Newsday, February 4, 1991Ñour emphasis.
[10].Speech by Secretary of State James Baker, New York Times, September 4, 1990.

-Edisi ke2 slps Konspirasi US utk memulakan perang teluk 1991-

Pena,
Abu Husna
Malaysia

Read More...

Saturday, August 21, 2010

Ajaran Syiah bawa ancaman besar

SEJAK kebelakangan ini pengaruh ajaran sesat Syiah Imamiyyah/Ja'fariyyah yang berpusat di Iran semakin berkembang di negara ini. Ajaran itu sudah di fatwa sebagai ajaran sesat oleh Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM).

Kerajaan sudah menahan beberapa tokoh mereka mengikut Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA) dan selepas dibebaskan tokoh berkenaan dipercayai terus aktif mengembangkan Syiah.
Syiah dibawa masuk ke negara ini menerusi agenda Revolusi Iran yang sedang pesat berkembang di seluruh dunia dengan helah menyatukan barisan umat Islam dan memusuhi Amerika dan Zionis. Selepas Khomeini berkuasa di Iran, pendokong ‘gerakan Islam’ sudah menghantar anak Melayu ke Iran bagi mempelajari agama Syiah dan meniru semangat mereka untuk menumbangkan Amerika.
Padahnya, anak Melayu inilah yang membelakangi tabir markas Syiah Melayu dengan bantuan daripada beberapa usahawan dari Iran.


Menurut penyelidikan markas Syiah di Malaysia dibiayai secara langsung oleh kerajaan dan ahli perniagaan Iran. Menerusi markas itu aqidah Syiah disebarkan dengan meluas tanpa sebarang tindakan berkesan JAKIM, Jabatan Agama Negeri dan pihak berkuasa tempatan.

Hasilnya lahirlah beberapa tokoh profesional Syiah di kalangan keluarga berpengaruh, pensyarah agama, kelompok profesional, pakar perubatan alternatif, hinggalah golongan guru agama sekolah.

Kelompok Syiah ini sedang berusaha dengan gigih mendampingi tokoh berpengaruh tanah air bagi mendapatkan hak pengiktirafan status agama mereka dan mendapatkan kebenaran untuk merayakan upacara agama secara terbuka.
Sekiranya mereka diberi kebebasan itu maka akan bergema laungan cacian dan maki hamun kepada sahabat dan isteri Nabi di jalan raya seperti mana yang menjadi kebiasaan di Iran, Iraq, Pakistan dan Lubnan.

Paling menakutkan ialah upacara ‘Husayniyyat’, iaitu melibas pedang dan memukul dada pada tubuh sendiri akan berleluasa pada hari kebesaran Syiah. Maka di sinilah bermulanya peperangan sebenar Syiah-Sunnah yang penuh berdarah.

Kita mencadangkan pihak universiti memperhebatkan kajian dan seminar mengenai kesesatan ajaran Syiah dan jabatan agama perlu menjelaskan kepada masyarakat bahaya ajaran Syiah.

Pihak berkuasa pula perlu bertindak ke atas pergerakan itu seperti yang dilakukan terhadap ajaran sesat yang lain sebelum ini.

LUBNA SALMA,
Kajang, Selangor.
http://www.bharian.com.my/bharian/articles/AjaranSyiahbawaancamanbesar/Article
Read More...

Konspirasi US untuk mulakan perang Teluk 1991.

Sebelum hari pertama krisis Teluk Parsi, George Bush dan Pentagon ingin berperang melawan Iraq. Apakah sebenar peperangan ini? Iraq, tidak menyerang atau mengancam Amerika Syarikat. Ini di percayai bahawa perang untuk membahagi dan mengedar semula pasaran dan sumber kuasa yang luar biasa di Timur Tengah, dengan kata lain ini adalah perang imperialis. Pemerintahan Bush, atas nama syarikat minyak raksasa, berusaha menguatkan dominasinya di wilayah strategik ini. Hal ini dilakukan dalam kumpulan dengan kuasa-kuasa kolonial yang besar, iaitu British dan Perancis.

Seperti kebiasaan dalam peperangan tersebut, kerajaan US terpaksa untuk menutup kebenaran tentang peperangan tersebut,tujuan asal dan sifat musuh dalam rangka untuk memenangi hati rakyat negeri ini. Itulah sebabnya mengapa penting untuk mendapatkan fakta-fakta yang benar. Ada bukti bahawa Amerika bersemangat dalam peperangan ini bahkan sebelum pencerobohan Iraq ke Kuwait pada 2 Ogos 1990. Dengan rencana dalam kebijaksanaan, apakah mungkin bahawa kerajaan Amerika benar-benar mencari alasan untuk turut campur tangan tentera di Timur Tengah.


Maklumat yang telah diterima menunjukkan bahawa Amerika Syarikat telah campurtangan dan memburukkan pertikaian Iraq-Kuwait, respon dari Iraq terhadap Kuwait mungkin, dan kemudian Amerika telah mengambil kesempatan dari Iraq untuk melakukan campurtangan serta menempatkan tentera di Timur Tengah. Bukti ini meliputi:


1. Sheikh Kuwait yang kaya dengan minyak menjadi alat kempen US sebagai perang ekonomi yang direka bentuk untuk melemahkan Iraq sebagai kekuatan serantau selepas perang Iran-Iraq tamat. Sejak 1989-1990, monarki Kuwait adalah pengeluaran minyak berlebihan dan memantau menurunkan harga minyak, dianggarkan kos kehilangan pendapatan Iraq sebanyak $ 14 bilion [1]. Iraq turut juga melaporkan bahawa Kuwait telah mencuri minyak Iraq dengan menggunakan teknologi pengeboran miring (Slant Miling Technology) ladang minyak, Rumaila yang sebahagian besar adalah di dalam Iraq. Kuwait juga menolak untuk bekerja di luar tatacara yang akan membolehkan akses Iraq ke Teluk Parsi. Pada bulan Mei 1990 pertemuan Liga Arab, Saddam Hussein mendakwa bahawa tentang dasar Kuwait yang melakukan "perang ekonomi" untuk melawan Iraq. Saddam Hussein juga mengisyaratkan bahawa jika Kuwait melakukan pengeluaran minyak secara berlebihan, maka Iraq tidak akan ragu-ragu untuk mengambil tindakan ketenteraan. Namun, Kuwait tidak mahu berkompromi serta mengalah. Mengapa negara OPEC (Klik Disini) ingin menurunkan harga minyak? Dalam retrospeksi, tidak dapat dibayangkan bahawa Kuwait akan berani untuk menjadi pemberontak terhadap Iraq iaitu (negara sepuluh kali lebih besar dari Kuwait), ini menunjukkan Kuwait mempunyai perlindungan dari kekuatan yang lebih besar serta luar biasa - iaitu Amerika Syarikat. Ini mungkin bila mana keluarga penguasa Kuwait telah bertapak pada masa yang lalu ketika hubungan dengan Iraq. Kuwait secara tradisionalnya adalah sebahagian daripada Negeri Iraq, Basra sehingga 1899 ketika United membahagikannya dari Iraq dan menyatakan Kuwait adalah sebahagian daripada koloninya. Bertepatan dengan pengeluaran berlebihan minyak Kuwait, Iraq juga dikenakan hukuman awal “de facto”, Ratusan teknologi, sains,dan kontrak bekalan makanan antara Iraq dan kerajaan kapitalis barat dibatalkan pada tahun 1990[2].

2. Dasar AS untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iraq sangat dramatik dengan perubahan didalam doktrin dan strategi ketenteraan AS terhadap Iraq. Bermula pada musim panas 1989, Ketua Staf Gabungan doktrin tentera AS di Timur Tengah dirombak jauh dari konflik AS-Soviet untuk matlamat kuasa-kuasa serantau sebagai gantinya. Pada bulan Jun 1990 - dua bulan sebelum pencerobohan Iraq oleh Kuwait - Jeneral Norman Schwarzkopf melakukan permainan perang yang sangat strategik dengan menempatkan ratusan malah ribuan tentera US lengkap bersenjata di bumi Iraq.[3]

3. Pemerintahan Bush berbohong ketika menyatakan pada tarikh 8 Ogos 1990, bahawa tujuan penempatan tentera US adalah sebagai langkah yang tegas lagi defensive demi melindungi Saudi Arabia dari sebuah pencerobohan Iraq. Raja Hussein dari Jordan melaporkan bahawa pasukan Amerika itu sebenarnya sedang dihantar ke Arab Saudi pada hari sebelum Arab Saudi menjemput campur tangan Amerika Syarikat. [4] Hussein mengatakan bahawa pada hari pertama krisis Saudi, Raja Fahd mendedahkan penyelesaian diplomatik Arab .Raja Fahd dan juga Raja Hussein mengatakan bahawa tidak ada bukti yang mereka memusuhi Iraq dengan membina sempadan Saudi, walaupun kenyataan Amerika, tidak ada kebenaran bahawa Iraq merancang menyerang Arab Saudi. [5] Saudi hanya menurut tuntutan Amerika, bahawa Saudi "mengundang" pasukan Amerika untuk membela mereka selepas pertemuan panjang antara raja dan Menteri Pertahanan Richard Cheney.Jelas wujudnya klasifikasi yang nyata dari perbincangan ini untuk bertahun-tahun yang lalu dan yg akan datang.

Pada tarikh 11 September 1990, Bush juga mengatakan kepada sidang gabungan Kongres bahawa perundingan seterusnya dan janji oleh diktator Iraq, Saddam Hussein untuk tidak menggunakan kuasa, tentera untuk menyerang tetangga yang jauh lebih lemah, Kuwait. Dalam masa tiga hari, 120.000 pasukan dengan 850 tank telah memasuki ke Kuwait dan berpindah ke selatan untuk mengancam Arab Saudi dan saat itulah aku (Bush) memutuskan untuk bertindak untuk menyemak pencerobohan itu .. " Namun, menurut Jean Heller dari St Petersburg Times (Florida), fakta-fakta yang diperolehi tidak seperti apa yang dinyatakan oleh Bush. Foto satelit yang diambil oleh Kesatuan Soviet jelas menunjukkan kepada Bush, Kongres bahawa tidak ada bukti yang menunjukkan pasukan Iraq di Kuwait atau di sepanjang sempadan Kuwait-Arab Saudi. Sementara Pentagon mendakwa sebanyak 250,000 pasukan tentera Iraq di Kuwait, ianya adalah bertentangan dengan foto satelit yang diambil oleh Soviet. Seorang pakar gambar mantan Badan Pertahanan Perisikan, yang menganalisis foto-foto untuk St Petersburg Times berkata:

Kami tidak menemukan apa pun semacam itu, yakni (dengan membandingkan maklumat yg diberikan oleh US) di mana sahaja di Kuwait. Kami tidak melihat khemah dibandar-bandar, kami tidak melihat tank, kita tidak dapat melihat kepadatan pasukan dan pangkalan udara utama Kuwait tampak lengang. Lima minggu selepas pencerobohan, dan dari apa yang boleh kita lihat, angkatan udara Iraq tidak seorang pun kelihatan terbang pada pangkalan udara yang paling strategik di Kuwait. Tidak ada infrastruktur untuk menyokong sejumlah besar orang. Walhal, mereka perlu menggunakan tandas, atau kemudahan selainnya. Mereka harus mempunyai makanan. Tapi di manakah itu semua?

Pada tarikh 18 September 1991, hanya seminggu selepas foto diambil oleh kesatuan Soviet, Pentagon memberitahu kepada orang awam Amerika, bahawa pasukan Iraq di Kuwait telah bertambah dari 360,000 lelaki serta 2,800 kereta kebal. Tapi foto-foto yang diambil diKuwait tidak menunjukkan trek jalan yang dilalui oleh kereta tangki di selatan Kuwait. Mereka jelas tidak menunjukkan jejak yang ditinggalkan oleh kenderaan yang melalui sebuah ladang minyak besar. Heller menyimpulkan bahawa 6 Januari 1991, Pentagon tidak memberikan sebarang siding media atau Kongres dengan bukti yang sama sekali untuk menunjukkan pencerobohan awal pasukan Iraq di selatan Kuwait yang akan mengakibatkan juga pencerobohan berhampiran Arab Saudi. Foto dari satelit komersial Soviet menceritakan kisah yang cukup meyakinkan. Foto yang diambil pada tarikh 8 Ogos 1990, selatan Kuwait - enam hari selepas pencerobohan awal dan tepat pada saat itu Bush mengatakan kepada dunia bahawa berlakunya pencerobohan di Arab Saudi.

Foto yang diambil pada tarikh 11 September 1990, menunjukkan persis pasir yang sama tapi sekarang lebih besar dan lebih dalam, menunjukkan bahawa mereka telah dibina secara semulajadi tanpa gangguan lalu lintas selama satu bulan. Juga, jalan utara Arab Saudi selama tempoh yang sama, sebaliknya, menunjukkan pasir yang sama kerana telah disapu bersih oleh lalu lintas berat konvoi bekalan. Analis DIA menyatakan seperti ini:

"Banyak tempat yang terdapat pasir sepanjang 30 meter dan banyak lagi." Analisis Zirnmerman adalah "Jalan boleh dilalui oleh tank tetapi tidak oleh kenderaan persendirian atau kenderaan bekalan Namun tidak ada tanda bahawa tank telah menggunakan jalan-jalan itu .. Dan tidak ada bukti yang jalan telah dipotong. Secara perbandingan tidak ada jalan di Arab Saudi yang mempunyai pasir menutupi sama sekali ianya telah jelas disapu licin .. "[6]


Rujukan:
1. New York Times, September 3, 1990.
2. Stated to Brian Becker and other members of the Muhammad Ali Peace Delegation on November 30, 1990 by Iraqi Deputy Prime Minister Ramadan.
3. Newsweek, January 28, 1990; for more information on the revamping of Pentagon strategy in early 1990 see Michael T. Klare, "Policing the Gulf - And the World," The Nation, October 15, 1990.
4. New York Times, October 16, 1990.
5. New York Times, October 16, 1990.

AbuHusna
Read More...
Related Posts with Thumbnails
 
Related Posts with Thumbnails